“Apa maksudmu! Kamu salah paham! Akh, kamu memang menyebalkan, Tabah!” Clara menjadi salah tingkah dengan tatapan yang dilayangkan Tabah kepadanya. “Kenapa harus merasa malu? Bukankah kamu meminta aku untuk memenuhi kewajibanku?” Sindir Tabah. Dengan senyum miring yang terbit di bibirnya. Tabah mengatakan, kalau bercinta setelah bertengkar itu lebih hebat. Dan ia akan menunjukkannya kepada Clara. Sebelum Clara memahami dari ucapan Tabah, ia merasakan badannya dibopong keluar dari dapur menuju kamar tidur. Clara dibaringkan dengan perlahan di atas tempat tidur. Clara menatap Tabah dengan takut, karena ia mengira suaminya akan memperlakukannya dengan kasar. Namun, ternyata Tabah melakukannya dengan lembut, sehingga Clara merasa melayang dibuatnya. Keduanya, kemudin tertidur. Akan tetapi

