“Apa? Baik, kalian awasi saja terlebih dahulu, sampai aku tiba di sana!” Perintah Tabah, setelah ia terdiam sebentar. Dikarenakan dirinya yang merasa terkejut mendengar kekasihnya kembali ke profesi awalnya, padahal ia sudah memberikan uang yang banyak dan perhisan yang bisa digunakannya sebagi modal usaha. Fuad yang secara tidak sengaja mendengar percakapan antara Tabah dengan orang suruhannya. Menjadi terpaku diam di tempatnya berdiri. Dalam hati ia merasa marah kepada Tabah, sekaligus kasihan kepada Clara. Tabah menutup ponselnya dengan senyum yang menghias wajahnya, karena ia akan menemukan Desi, kekasihnya. Tabah mengangkat kepalanya, ketika ia merasa ada yang menatapnya dengan tajam. Tabah balas menatap Fuad dengan dingin dan senyum sinis yang tersungging di bibirnya. “Jadi, kau

