“Kau mencari mantan kekasihmu? Padahal kita baru saja menikah dengan kejamnya kamu melakukan hal itu! Aku akan tinggal di kontrakkan, sampai kau memberikan keputusan kepadaku!” ucap Clara dengan hati yang terluka. Tabah tidak menyangka sama sekali, kalau Clara akan mendenagr apa yang dikatakannya kepada orang suruhannya. Dengan kasar ditariknya tangan istrinya, ketika wanita itu hendak keluar dari kamar mereka, dengan air mata yang membasahi pipinya. “Kau tetap di sini! Aku yang akan pergi dan tinggal di apartemenku! Kalau kau tetap hendak melanjutkan magangmu, mulai hari senin kau bekerja di kantor utama!” ucap Patric dengan dingin. Ia mengatakan kepada Clara, kalau kedua orang tuanya sudah menunggu mereka untuk sarapan pagi. Dengan dingin Tabah juga mengingatkan kepada Clara untuk t

