“Maling teriak maling! Apa salahnya, kalau aku dekat dengan pria lainnya, setelah bercerai dibandingkan dengan dirimu. Yang menikah diam-diam, padahal sudah memiliki istri!” Sindir Clara dengan tatapan mata yang dingin memancarkan kebencian. Tabah tertegun, ia terkejut melihat tatapan mata Clara. Di mana kelembutan yang biasanya diperlihatkan Clara kepadanya. Tiba-tiba saja Tabah merasakan pukulan di samping wajahnya, sehingga ia merasa sakit. “Kau sungguh keterlaluan, Tabah! Tanpa bertanya kau mengajukan tuduhan yang mengerikan kepada Clara! Kau boleh membenci Clara, tetapi kau tidak boleh merendahkannya!” ucap Rudi. Tabah memalingkan wajahnya ke arah Rudi. Netra keduanya bertemu dengan tatapan yang dipenuhi amarah. Ketika Tabah mengangkat tangannya hendak melayangkan pukulan ke arah

