“Kenapa kalian hanya diam saja?” Tanya Clara, sambil memandang kedua orang tua Tabah secara bergantian. Ayah Tabah menghela napasnya, ia tidak tahu, bagaimana mengatakannya agar tidak menyakiti hati Clara. Namun, tetap saja ia harus mengatakannya. “Tabah sedang pergi ada suatu urusan penting yang harus dikerjakannya.” Dusta Ayah Tabah. Clara memejamkan mata, ia dapat merasakan kebohongan yang diucapkan Ayah Tabah. Namun, ia menganggapnya wajar, karena biar bagaimanapun juga Tabah anak mereka. Tentu saja mereka akan melindunginya. Melihat Clara yang memejamkan mata dan hanya diam saja. Ayah Tabah menjadi menyesal sudah membuat menantunya kecewa. Tiba-tiba saja dari arah luar terdengar suara-suara. Ayah Tabah pun beranjak dari samping ranjang Clara untuk melihat apa yang terjadi di luar

