“Ayah tidak bisa mengusirku untuk merawat Clara! Aku suaminya!” Sahut Tabah emosi. Ibu Tabah langsung melerai keduanya, sambil menggelengkan kepala. “Jangan bertengkar sekarag, lihatlah Clara!” Ayah Tabah dan Tabah langsung terdiam. Mereka tersadar, kalau Clara sama sekali tidak merespon keributan yang terjadi di depannya. Hal itu membuat ayah Tabah menjadi sedih dan merasa bersalah kepada sahabatnya, ayah Clara. Dikarenakan putranya, Clara sekarang ini mengalami kesedihan yang dalam. “Clara Sayang! Ini Ibu!” Ibu Tabah memeluk Clara, sambil mencium puncak kepalanya. Mendengar kata sayang tiba-tiba saja membuat Clara menjadi emosi. Ia langsung mengamuk dan melepas paksa jarum infus yang menancap di jarinya. “Jangan panggil aku Sayang!” Teriak Clara, sambil menjejakkan kakinya ke lanta

