Semua manusia buat salah, jangan terlalu risau. Perbaiki saja, jangan sedih dengan opini negatif. Sebab hanya Tuhan yang berhak menghakimimu. *** Sekitar 15 menit di dalam mobil, akhirnya kami sampai juga. Marcel yang membayar biayanya. Dia bilang kalau dia ikhlas. Kami bertiga berterimakasih padanya, meski Glen menanggapinya tak serius. Anak laki-laki memang suka bercanda. Beberapa anak mengejek dengan candaan receh akibat hal yang cukup memalukan ini. Bisa-bisanya kami tertinggal bus, terlebih lagi dengan posisi seperti ini, membuat tak sedikit dari mereka berprasangka yang bukan-bukan. Seperti teman Marcel satu ini, yang kalau ngomong suka gak pake rahang. "Maapaas, abis ngapain lo orang, weh?" Suara Tiyan terdengar menggelikan. "Gila, sembarangan!" Marcel menarik kepalanya dan me

