40. Khitbah?

1044 Kata

Setelah selesai salat zuhur, gue tak langsung bangkit dari sajadah. Berdiam diri di masjid dulu mungkin lebih nyaman, daripada mendengar anak-anak lain bergosip. Apalagi di kantin, sudah menjadi ruang gosip bagi para mahasiswa. Setelah cukup merasa tenang, gue bergegas keluar untuk memakai sepatu. Masih tak ada balasan dari Firda. Padahal dari tadi gue menunggu responnya. "Assalamualaikum, Nan." Gue mengangkat kepala untuk melihat orang yang baru saja memanggil. Tubuh ini langsung bangkit dari duduk. "Waalaikumussalam, Kak." Kak Ari hanya tersenyum. "Ya udah cuma mau salam aja. Duluan, ya," ucapnya, lalu melanjutkan langkah setelah melihat gue mengangguk. Wajah ini menampilkan perasaan konyol. Gue pikir ada pembicaraan penting, makanya gue langsung berdiri. Namun rupanya hanya salam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN