Seperti biasa, istirahat itu, gue dan Firda hendak pergi ke perpustakaan. Namun urung sebab Firda mengajak salat dhuha di mushola. Gue tak bisa menolak, lebih tepatnya tak ingin menolak. Setelah mengambil mukena di tas masing-masing, kami bergegas ke mushola. Hanya ada kami berdua di sana. Jam segini sudah tentu mushola sepi. Mungkin hanya ketika zuhur mushola nampak ramai. Namun seramai-ramainya pun, saft tetap tak terisi penuh. Hati terasa begitu tenang setelah melaksanakan salat. Hanya dua rakaat saja rasanya energi terisi full, apalagi kalau dua belas rakaat. Kembali kami langkahkan kaki menuju kelas. Di tengah jalan, entah sengaja entah tidak, seseorang menyenggol bahu Firda dari belakang, membuat mukena di pelukannya lolos hingga jatuh ke paving. "Sorry," ucap orang itu sinis. T

