28. Ingatan yang Hilang

2164 Kata

Adzan maghrib berkumandang. Mereka masih di rumah Nandira, menunggu gadis itu siuman. Dari tadi Tante Dian tak bisa menghentikan tangisnya, nampak jelas kekhawatiran dari wajahnya itu. Hana dan Firda berada di sampingnya, berusaha menenangkannya. Glen menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tengah setelah mengusap wajahnya, tak kuasa ia mendengar suara tangis Tante Dian. Sulit dipercaya hal ini terjadi, apa motif penculikan ini? Siapa orang-orang itu? Apa yang mereka inginkan? Pertanyaan itu bermunculan dalam benaknya tanpa bisa terjawab. Glen benar-benar merutuki dirinya. Entah apa yang akan terjadi jika saja Marcel tak ada saat kejadian itu. Sesuatu yang buruk pasti akan terjadi pada sahabatnya. Sekarang pun dirinya tak henti dilanda kerisauan sebab gadis itu belum dapat memberikan inform

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN