Glen berubah. Itu yang gue rasa dari pria itu belakangan ini. Semenjak Kak Gilang pergi ke Belanda, dia lebih sering membawa mobil. Tak jarang, gue lihat dia duduk di perpustakaan untuk mengulas buku-buku pelajaran, kadang sendiri, kadang juga ditemani Marcel dan Hugo. Dia lebih banyak diam sekarang. Entah apa yang merasukinya. Glen nampak menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika teman-temannya yang lain pada keluar kelas untuk bermain bola saat jam kosong. Dirinya justru menghabiskan waktu untuk pergi ke mushola, salat dhuha. Gue sempat heran dengannya. Saat menyadari Glen tak ada di lapangan waktu itu, tak sengaja gue dan Firda berpapasan dengannya di mushola, dia hendak keluar, sedangkan kami masuk. Dia tidak lagi berisik seperti biasanya. Hanya tersenyum sebentar, lantas berlalu. Se

