32. Bukan Prioritas

2902 Kata

Glen baru saja keluar dari toilet. Pikirannya masih kalut, bahkan setelah selesai mandi. Pria itu melangkah ke kasurnya untuk membuka berkas yang dari tadi menghantui dirinya. Dia masih tak percaya. Berkas itu merupakan kopian surat perjanjian antara Gladis dan Bagas. Glen sempat terdiam lama memikirkan apa yang terjadi pada gadis itu. Sampai akhirnya dia sadar, sontak tangannya membanting berkas itu ke lantai, gusar. Glen menumpukan kedua sikunya di kedua paha, rahangnya mengeras, menggertak. Tipu daya apa yang sedang terjadi. Di sana tertulis jika mereka berdua telah melakukan perjanjian. Bagas telah membuatnya berada di ambang batas kehancuran. Sesuatu yang Glen takutkan kala itu benar adanya. Ini bukan tentang suka atau tak suka, melainkan tentang rasa peduli yang masih ada. Glen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN