Perlahan gara mendekat kearah arra namun tanpa melepaskan genggaman tangan nya yang sedang menggenggam kalung yang sedang arra cari, dalam otak arra saat ini sudah terpikirkan banyak nya hal yang sangat tak bisa di jabarkan oleh kata-kata lagi. Saat gara berada tepat di hadapannya hanya dengan jarak lima centimeter seketika arra malah membelalakan netranya dan sudah berpikiran yang tidak-tidak hingga akhirnya gara menyentil dahi arra sampai membuat sang empunya mengaduh lalu mengusap dahi yang kesakitan itu. “gara.” Umpat arra yang seketika membuat gara malah terkekeh karena merasa geli atas perlakuan nya kepada arra, sampai hati ia mengerjai arra dan membuat nya kesakitan. Lalu gara merangkul pundak arra masih dengan kekehan nya dan entah mengapa arra pun kini malah juga ikut tertawa

