“siapa sendanu, gaa?” tanya edward yang terlihat bingung dengan nama sendanu itu, ia sama sekali tak mengenal sendanu dalam beberapa koleganya. Dan gara pun mulai menceritakan kepada edward siapa sendanu itu. “sendanu pemilik dari perusahaan perikanan yang sedang mengalami masa pailit, perusahaan yang pernah menawarkan kerjasama kepada perusahaan kita dan saat itu kau menolaknya bos. Aku sendiri belum tau apa alasan kau menolaknya, tapi yang aku sadari saat itu mereka akan membalas dendam karena penolakan ini sebab aku tau siapa sendanu. Namun yang tak aku pikirkan hanyalah bagaimana bisa sendanu menghubungi bian dan meminta nya meretas dokumen perusahaan kita.” “apa kau kenal bian juga?” gara mengangguk atas pertanyaan edward. “haruskah aku memakai cara ku atau ikut dengan cara kampu

