Arra masih dengan setianya berada di samping gara yang masih belum tersadar dan shyam sendiri masih membuat ramuan yang ia percaya bisa untuk mengobati luka dalam pada diri gara ,
Sebab yang ternyata terjadi apa yang di lakukan oleh Edward malah menimbulkan luka untuk gara sendiri.
Rasanya begitu aneh Ketika arra merasakan hawa panas yang masih terus keluar dari dalam diri gara saat ini yang sea k/an tak mau terhenti , kemudian terdengar suara dering ponsel gara yang dimana pada layar ponselnya tertulis na /ma Edward.
Tanpa basa-basi arra segera menerima panggilan ponsel tersebut.
“ ada apa edd? “
Sahut arra dengan nada yang sangat terdengar sangat garang.
“ shyam ada? “ –
“ bisa bicara dengan nya. “
Ujar Edward dan kemudian arra sendiri pun langsung memberikan ponsel gara kepada shyam yang sedang berada di dapur rumah gara.
Setelah arra memberikan ponsel tersebut , arra langsung Kembali ke kamar gara untuk menemani gara dan ia melihat shyam yang begitu serius Ketika melakukan panggilan ponsel tersebut dan juga terkadang terlihat shyam yang memilah-milah beberapa bahan untuk di campurkan ke dalam ramuan yang ia buat sekarang sesuai apa yang di arahkan oleh Edward.
Setidak nya arra merasa begitu lega sebab ternyata banyak yang begitu peduli terhadap gara saat ini , apalagi ia juga harus segera menemukan jati dirinya Kembali agar bisa memulihkan keadaan hutan al-girdas dan juga uraga sang ayah.
Walaupun jujur saja saat ini arra pun juga masih begitu bimbang dengan peti milik gara yang masih ia simpan yang dimana di dalamnya terdapat sebuah jimat yang memang sedang di carinya ,
Tak selang lama terlihat shyam masuk ke dalam kamar gara sambil membawa satu gelas yang berukuran kecil berisikan suatu cairan yang berwarna abu-abu kental yang aromanya begitu menyengat pada indera penciuman arra saati ini.
“ ap aitu? “
“ ramuan dari Edward untuk gara , katanya ini sangat manjur untuk menyembuhkan luka dalam pada diri gara. “
Jelas shyam sambil menyendokkan sedikit demi sedikit cairan tersebut kedalam mulut gara agar segera tertelan oleh gara ,
Setelah beberapa menit berlalu terlihat gerakkan pada jemari tangan gara yang perlahan mulai bergerak dan juga kelopak matanya yang mencoba untuk terbuka.
“ gara sadar. “
Kata arra dengan kegirangannya , dan shyam pun melayangkan senyuman nya.
Lalu dengan bermodalkan ponsel gara , shyam segera menghubungi Edward untuk mengabari jika ramuan yang di berinya begitu sangat manjur untuk gara dan bisa membuartnya sadar.
“ gaa?
Gimana keadaan mu? “
Tanya arra sambil memegang salah satu telapak tangan gara , bahkan saat ini pun sang empunya sendiri begitu merasa begitu nyaman dengan apa yang di lakukan oleh arra.
“ aku baik , raa. “
Jawab nya yang seketika tatapannya beralih pada shyam yang sedang berdiri tak jauh dari posisinya dan arra.
“ shyam.. “
Panggilnya lirih.
Dan shyam pun segera mendekat kearah gara tanpa meninggalkan senyuman nya.
“ terima kasih. “
“ sama-sama. “
“ oh ya , bolehkah aku bertanya sesuatu. “
Shyam pun mengangguk sambil berkata ,
“ tentu saja. “
“ apakah pak Edward juga seperti dirimu ataupun laksa? “
Seketika shyam terdiam kaku Ketika mendapati pertanyaan gara yang dimana shyam sendiri tak pernah tau jika ingatan itu masih akan membekas di dalam otak gara , sebab shyam pikir setelah ia menetralkan kekuatan Edward dari gara itu akan membuatnya melupakan kejadian yang sempat hampir begitu membahayakan bagi dirinya.
Namun apa yang ada di pikiran shyam ternyata berbanding terbalik dengan apa yang terjadi oleh gara saat ini , shyam sangat terkejut dengan pertanyaan gara dan bahkan bukan hanya shyam saja namun arra pun juga merasakan hal sama seperti apa yang sedang di rasakan oleh shyam.
Sebab pada dasarnya arra juga sangat tau siapa itu laksa dan siapa itu Edward.
“ ayolah jawab pertanyaan ku ,
Jangan malah saling menatap satu sama lainnya antara kamu dan arra.
Aku malah semakin mencurigai kalian terkait apa yang masih aku ingat. “
Pungkas gara lagi yang semakin membuat arra dan shyam semakin tak bisa bergeming satu sama lainnya.
Dan tak selang lama shyam pun segera menghela nafas Panjang nya sambil memilih duduk di kursi yang berada di depan meja kerja gara.
“ Edward adalah siluman serigala putih ,
Dia pernah di kalahkan oleh uraga karena ia sudah berani membunuh banyak manusia hingga melawan hukum langit , banyak yang mengira jika Edward tidak akan berubah karena rasa dendamnya itu namun setelah aku mendapatinya sekarang ini aku sangat yakin jika Edward sudah bisa menerima sesautu yang memang menjadi takdirnya.
Seperti halnya Ketika ia malah membantu mu untuk mengingat semua masalalu mu namum ia sendiri yang malah tak kuat , dan kau harus masih tetap mencari jati dirimu sendiri tanpa bantuan orang lain gaa.
Mungkin kau saat ini memang terlahir sebagai manusia , namun seperti apa yang sudah pernah aku jelaskan dan ceritakan kepadamu tentang siapa dirimu.
Mungkin itu akan membuat mu bisa sedikit mengingat bagaimana kehidupan mu dulu dan mengapa kau bisa berinkarnasi menjadi seorang manusia.
Memang bukan hal yang mudah , tapi aku akan tetap membantu mu sesuai janji ku. “
Jelas shyam yang semakin membuat gara sendiri yakin jika di dunia nya saat ini masih banyak siluman lain yang berkeliaran dan menjelma menjadi seorang manusia ,
Entah itu untuk sekedar menyamar agar ia bertahan di suatu wilayah atau memang karena dari merubah wujud nya ia bisa menemukan mangsa untuk santapan nya.
“ lalu kamu raa? “
Tanya gara yang langsung beralih kepada arra yang ada di samping nya dan arra sendiri sangat kebingungan harus berkata seperti apalagi ,
Sebab pada dasarnya arra bukan lah siluman seperti mereka semua , arra hanyalah manusia yang mampu bertahan hidup lama karena adanya sesuatu yang pernah sanggara berikan kepadanya agar arra mampu bertahan di setiap saat sampai pada akhirnya ia bertemu Kembali dengan sanggara dan menyerahkan Kembali apa yang sudah di berikan sanggara untuk dirinya.
“ raa… “
Panggil gara lirih dan membuat arra mengarahkan pandangan netranya untuk melihat kearah gara saat ini yang terlihat begitu sangat menunggu jawaban dari arra ,
Dan shyam pun bukannya membantu arra untuk menjawab , ia malah memilih berpamitan pergi dari hadapan mereka berdua.
“ aku ,
Aku manusia gaa.
Namun aku memiliki sesuatu yang bisa membuat ku bertahan sampai saat ini. “
“ maksud kamu. “
“ aku mempunyai mustika abadi dari sosok seperti shyam , gaa. “
“ wao , keren sekali kamu raa. “
Sahut gara yang begitu merasa jika arra adalah orang yang begitu menakjubkan bahkan gara pun sampai menopang kedua dagunya seakan ingin mendengarkan cerita lagi dari arra saat ini yang malah merasa jika kebersamaan nya tidak akan berlangsung lama lagi.
Sebab arra kan mengembalikan mustika itu kepada pemiliknya yaitu sanggara , orang yang sangat ia cintai yang kini berada di depan nya dan sedang memandangnya dengan perasaan yang arra sendiri tak pernah tau apakah ia masih memiliki perasaan yang sama seperti dirinya sampai saat ini.
“ andai kamu tau gaa ,
Aku sangat tak ingin kamu segera menemukan jimat itu tapi aku juga tak bisa egois lebih lama lagi bukan.
Entah gaa , aku bingung sendiri dengan keputusan ku sekarang ini. “
Gumam arra dalam hati yang mencoba terlihat baik-baik saja di depan gara saat ini.
***