Dalam tatapan Netra luna saat ini , ia sedang melihat bagaimana megah dan mewahnya rumah Edward yang selama ini tak pernah ia ketahui.
Padahal luna sendiri juga menjabat sebagai karyawan dari perusahan Edward namun ia tak pernah tau mengenai bagaimana bentuk dari kekayaan yang di miliki bosnya itu.
“ biasa aja mandangnya gak usah kayak kampungan gitu. “
Sahut rosella yang saat ini masih berada di mobil yang sama seperti luna sebab Edward meminta mereka untuk Kembali pulang terlebih dulu.
Luna hanya mampu terdiam saja dan tak menanggapi celotehan dari rosella yang selalu saja menyudutkan dirinya
Daripada luna harus membalas setiap ucapan rosella yang hanya tambah membuat perasaan nya lebih sakit lagi lebih baik ia memilih untuk diam seribu Bahasa.
Setelah mobil terhenti , terlihat ada dua ajudan yang sedang berdiri di dekat pintu rumah lalu mendekat kearah mobil untuk membuka kedua pintu mobil agar luna dan juga rosella bisa keluar dari dalam mobil.
Tak selang lama luna melihat dari dalam rumah besar itu keluar satu orang yang terlihat begitu anggun sedang berjalan kearahnya dengan melayangkan senyuman yang begitu manis sekali mungkin usianya pun sekitaran empat puluh tahunan sebab luna pun juga melihat beberapa kerutan pada kedua sisi Netra Wanita itu.
“ selamat siang dan selamat datang nona luna , saya kepala maid di rumah tuan muda Edward.
Nama saya Belinda , nona.
Sebelumnya tuan muda sudah menelpon saya , beliau mengabarkan jika nona luna akan segera tiba di rumah dan akan tinggal disini.
Silahkan masuk nona luna. “
Ujar Belinda yang mempersilahkan luna untuk masuk ke dalam rumah Edward dan tanpa basa-basi ataupun menyapa belinda , rosella dengan sombong nya hanya melewati keberadaan Belinda dan juga luna yang sontak membuat luna membulatkan mata dan juga mulutnya bersamaan.
“ tidak apa-apa nona , sudah terbiasa sikap nona rosella kepada saya.
Bagaimana pun juga beliau adalah tamu istimewa di rumah ini.”
“ istimewa? “
Kening luna pun seketika mengerut Ketika mendengar kalimat istimewa keluar dari bibir Belinda untuk seorang rosella sekertaris Edward.
“ nona rosella adalah teman masa kecil tuan muda Edward , jadi dia pasti akan selalu benar dan lebih dari segalanya untuk tuan muda.
Namun nona rosella baru saja bergabung dengan perusahaan tuan muda. “
jelas luna yang merasa jika sikap Edward sama sekali tak pernah terlihat begitu mementingkan rosella daripada dirinya , dan bahkan luna pun bisa melihatnya dengan mata kepalanya sendiri dengan sikap Edward kepada luna.
Namun setelah apa yang dikatakan oleh Belinda saat ini , luna semakin penasaran dengan hubungan Edward dan juga rosella yang kemungkinan di belakangnya memang sudah menyembunyikan suatu rahasia besar.
“ mari silahkan masuk nona , saya tunjukkan kamar nona terlebih dulu agar nona bisa beristirahat. “
“ baik bu Belinda. “
Jawab luna yang terdengar sedikit kaku karena merasa kebingungan untuk memanggil Belinda dengan sebutan apa.
Dan seketika pun Belinda malah menahan kekehan nya yang sontak membuat luna semakin kebingungan lagi dan lagi.
“ panggil saja belin , nona.
Seperti yang sering tuan muda lakukan. “
Ucap Belinda dengan melayangkan senyumannya dan kemudian mempersilahkan lagi luna untuk segera masuk , dengan Langkah ringan nya luna mengikuti Belinda yang menuntun nya menuju ke kamar yang sudah di bicarakan oleh Belinda tadi.
Betapa takjub nya luna Ketika melihat Belinda membuka kamar yang sudah di sediakan untuk dirinya dan bahkan bisa di bilang jika kamarnya saat ini hampir sama dengan rumah sewa nya dulu yang sangat dekat dengan tempat tinggal jimmy sahabatnya.
Bahkan di dalam almarinya pun sudah terdapat banyak baju yang memang bisa di pakai oleh luna , kemudian luna berpikir sejenak dan memandang semua isi almari tersebut.
Lalu bagaimana dengan nasib baju-baju yang ada di dalam kopernya , bisa sama sekali tak terpakai bajunya yang berada di dalam koper dan sedangkan saja baju yang di sediakan oleh Belinda begitu sangat berkelas dan bermerek semua.
“ nona bisa mandi terlebih dulu dan setelahnya bisa istirahat.
Kami akan segere menghidangkan makan siang sesuai kesukaan nona luna. “
“ terima kasih , belin. “
“ sama-sama nona , saya permisi dulu. “
Kata Belinda yang kemudian memilih meninggalkan kamar luna tersebut dan beralih ke dapur untuk membuatkan makan siang yang suddah di perintahkan sebelumnya oleh Edward.
“ sebaiknya aku mandi dulu , rasanya sungguh lengket sekali.
Dan semoga saja aku juga bisa tidur di kamar sebesar ini. “
Gumam luna yang seketika melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan seluruh badannya yang sudah di rasa begitu tak mengenakkan.
***
Rasanya memang sangat begitu nyaman saat ini bagi luna yang merasa baru saja memejamkan kelopak matanya untuk beristirahat seteleh ia melakukan ritual mandinya.
Ia perlahan membuka matanya dan menggeliatkan tubuhnya sepereti biasanya Ketika ia setelah bangun dari tidurnya , namun kali ini baru pertama kalinya luna merasakan hal yang sangat berbeda dalam hidupnya yang dimana Ketika ia membuka lebar kedua netranya ia melihat sosok tampan rupawan yang begitu berbeda yang saat ini sedang tertidur di samping nya.
Dengan menampilkan lengan kekarnya yang di balut dengan kaos polos putih dan juga celana salur hitam membuat Edward lebih Nampak begitu lebih menawan.
Luna berusaha menahan bibirnya dengan kedua telapak tangan nya karena keterkejutan nya namun perlahan tangan nya melerai dan kemudian malah di jadikan nya bantalan untuk memandangi pemandangan indah yang ada di hadapan nya saat ini.
“ jika kau suka , kau boleh memegang nya.
Tak perlu kau pandangi seperti itu. “
“ ma-maaf pak. “
“ sudah berapa ribu kali aku katakan luna , jangan panggil aku pak.
Cukup panggil nama ku saja , paham. “
dan seketika luna pun mengangguk lalu terlihat Edward yang beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju keluar kamar , sebelum Ia benar-benar pergi dan meraih knop pintu kamar luna seketika ia berbalik lalu menatap luna dengan tatapan yang terasa begitu berbeda bagi luna.
“ jangan lupa makan siang , belin tak berani membangunkan mu.
Dan satu hal lagi , aku sangat tak suka jika jam makan semua orang terganggu karena ketidakhadiran salah satu orang saja. “
Uajr Edward yang kemudian segera pergi dari kamar luna , kening luna pun seketika mengerut dan kemudian tatapan nya mengarah pada jam tangan nya yang ia letakkan di nakas samping kasurnya.
“ astaga , tuhan.
Sudah jam lima sore.
Bodoh banget sih aku , bagaimana bisa aku malah tertidur dengan pulas tanpa memikirkan perut orang lain. “
Umpat luna yang segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas untuk segera menuju ke ruang makan dan meminta maaf kepada semuanya.
Luna sendiri tak pernah berpikir jika ada salah satu dari mereka yang tidak hadir untuk makan maka tidak akan juga terlaksanakan acara makan mereka.
Dengan Langkah yang begitu lebar luna menuruni anak tangga yang begitu memusingkan sekali dan hampir saja beberapa kali ia akan terjatuh jika tidak berhati-hati lagi dengan langkahnya itu.
Ia sudah berada di dalam dapur dan mendapati beberapa maid yang sedang bersendau gurau di dalam dapur.
“ selamat sore ,
Maafkan atas kesalahan ku yang membuat kalian semua lapar karena aku terlambat untuk makan siang. “
Ujar luna seketika yang membuat maid-maid tersebut malah melayangkan senyuman nya saja dan juga ada beberapa yang memandang takjub paras ayu milik luna dan sikap baiknya yang mau meminta maaf atas kesalahan nya , dan kemudian tak selang lama terlihat Belinda yang datang memasuki ruangan dapur.
Semua mata tertunduk dan semua kepala merunduk pelan menyambut kedatangan Belinda , luna begitu merasa tak enak hati atas apa yang sudah di buatnya kepada mereka.
“ belin , maafkan aku.
Jangan sungkan untuk membangunkan ku ya. “
“ minta maaf. “
Kening belin pun seketika mengerut.
“ soal makan siang. “
“ tidak apa-apa nona , tuan muda Edward tidak segarang itu yang membiarkan kami kelaparan.
Kami disini bebas makan kapan saja nona.
Dan nona tak perlu meminta maaf , sebab mungkin nona juga sangat capek setelah perjalanan jauh bukan. “
Jelas Belinda yang semakin membuat luna menjadi mati kutu sebab ternyata Edward sudah berhasil mengerjainya dan membuatnya merasa sangat tidak nyaman dengan apa yang sudah ia perbuat.
Belinda hanya mampu tersenyum Ketika ia juga menyadari bahwa Edward sudah berhasil mengerjai calon istrinya itu , Belinda mengusap punggung luna perlahan ddan dengan penuh kasih sayang seperti anaknya sendiri.
“ tuan muda memang jail , nona.
Semua baik-baik saja dan kami semua sudah makan nona.
Tuan muda pun juga sudah makan. “
Sahut Belinda lagi dengan suara yang begitu sangat lembut sekali.
“ nona mau makan?
Biar saya buatkan makanan lagi. “
Tawar Belinda yang hanya mendapati gelengan kepala luna saja , sebab entah mengapa tiba-tiba saja luna malah merindukan sosok sang ibu Ketika melihat Belinda yang ada di depan nya saat ini.
“ ada buah , belin? “
“ ada nona. “
Jawab belin sambil membukakan pintu lemari es dan menunjukkan beberapa buah-buahan yang sudah tertata rapi di dalam nya.
Kemudian luna pun memilih beberapa buah untuk di bawanya ke kamar , sebelumnya Belinda sudah menawarkan Kembali untuk melayani luna namun luna sendiri sama sekali tak ingin merepotkan orang lain hanya karena pekerjaan ringan seperti saat ini.
Luna segera membawa dua buah pir dan jeruk itu Kembali ke kamarnya sambil berkutik dengan pemikiran nya sendiri yang dimana ia begitu merasa takut untuk hidup Bersama dengan Edward.
Walaupun hanya untuk beberapa tahun saja namun rasanya seperti begitu berat bagi luna setelah mengetahui bagaimana dermawan calon suaminya itu.
“ semoga saja aku sanggup. “
Gumam nya dalam hati dan ia pun segera melangkahkan kakinya menuju kearah kamar yang sudah di tentukan untuk dirinya.
***