Kisah Sanggara - 48

1018 Kata
Setelah mendengarkan apa yang sudah di jelaskan oleh gara , Arra yang memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya dan kemudian ia memandangi rintik hujan yang sedang turun dari arah jendela kamarnya. Rasanya angin sore hari ini semakin membuat arra sangat yakin jika tak akan lama lagi gara segera menemukan jati dirinya kembali. Apalagi dengan apa yang sudah di lakukan oleh edward kepada gara seperti sedikt memulihkan kembali ingatan masalalu gara yang dimana sampai saat ini sang empunya sendiri belum bisa merangkainya kembali. Lalu suara ketukan pintu pun membuyarkan lamunan arra saat ini yang masih memikirkan bagaimana dengan suatu hal tentang gara nantinya. Lalu  tak lama terlihat pintu kamarnya terbuka , Dan sudah dapat di pastikan jika garalah orang yang berada di balik pintu tersebut. “ gara. “ Sapa arra dengan mengarahkan pandangan nya kearah gara. “ apakah aku boleh masuk? “ Tanya gara polos yang kemudian hanya di tanggapi arra dengan senyuman dan juga anggukkan kepalanya. Setelahnya gara berjalan menuju kearah arra yang saat ini sedang duduk tepat di samping jendela kamarnya kemudian gara pun juga memilih untuk duduk pada kursi yang ada tak jauh dari tempat arra sekarang berada. “ kenapa gaa? “ “ emh , bolehkan aku bertanya kepada mu raa? “ “ tentang? “ Tanya arra heran yang mendapati raut wajah gara berubah menjadi seperti adanya sesuatu yang sangat sulit untuk di artikan bagi gara ataupun arra sendiri. “ mustika yang kamu bicarakan kemarin raa. Apakah kamu bisa menunjukkan kepada ku bagaimana wujud dari mustika tersebut? “ Betapa tetkejut nya arra saat mendengar pertanyaan apa yang terlontar dari mulut gara saat ini apalagi dengan tatapan gara saat ini yang seakan menaruh harapan atas jawaban yang akan di berikan oleh arra , Dan saat ini pun arra berpikir jika gara memang sudah harus tau tentang jati diri nya dan mungkin juga akibat kekuatan edward waktu itu yang masih meninggalkan sedikit ingatan untuk gara. Entah siap ataupun tak siap nantinya arra pun harus menerima suatu kenyataan yang dimana ia akan segera kehilangan kebahagiaan yang tak akan bisa ia pertahankan. Bahkan saat ini arra masih tak bisa melupakan apa yang menjadi perkataan laksa yang mengatakan jika setelah gara bisa mendapatkan semua ingatan nya bahkan sampai bisa meraih jati dirinya lagi pasti ia akan kembali meminta mustika nya yang sudah ia tanamkan kepada arra. Dan di saat yang bersamaan pula pasti arra akan kehilangan kehidupan nya , lalu untuk apa selama ini ia bertahan jika pada akhirnya ia harus pergi dari orang yang begitu di cintainya. Apakah ini yang harus ia lakukan untuk membalas kebaikan sanggara yang sudah memberikan nya hidup sampai selama ini walaupun ia selalu saja merasa bersalah atas kehidupan sempurna ini. “ raa. “ Ujar gara dengan menggerakkan badan arra agar membuat nya terbuyarkan dari lamunan nya. “ kenapa melamun. “ “ maaf-maaf , gaa. “ Katanya yang kemudian beranjak lalu berjalan kearah meja yang di atasnyabterdalat beberapa tumpukkan buku milik arra. Ia mengambil satu buku lalu membuka nya dan kemudian menggerakkan pensil yang ada di tangan kanan nya untuk menggambarkan replika dari mustika yang di pertanyakan oleh gara. Tatapan gara sama sekali tak beralih dari arra yang begitu nampak serius dengan apa yang sedang ia lakukan , Dan setelah semua nya selesai arra langsung memberikan nya kepada gara yang sontak terlihat begitu terkejut ketika melihat gambar yang baru saja selesai ia buat. “ bener ini raa? “ “ iya gaa , aku gak pandai gambar sih. Tapi yang aku tau seperti itu wujud dari mustika itu. “ “ kamu tau raa , Ini sama persis kayak apa yang sering ada di dalam mimpi ku raa.. Tapi , tunggu-tunggu. Apa semua ini ada hubungan nya dengan ku ya , raa? Apa kamu dan aku. Lalu aku ini... “ Ujar gara panjang lebar yang seketika terhenti karena ia merasa ada sesuatu yang sedang mengintainya dari balik jendela kamar arra , Gara segera menempelkan telunjuknya tepat di tengah bibirnya dan kemudian langkah nya terarah pada sisi jendela dan lalu memalingkan penglihatan nya untuk melihat hal apa yang sedang berada dibalik jendela itu , sebab gara merasa jika ada seseorang yang sedang mengintai mereka. “ kenapa gaa? “ “ ada yang memata-matai kita , tapi aku rasa dia bukan laksa. Rasanya lebih panas raa daripada ketika aku berada di dekat laksa. “ “ lebih panas? “ Arra kembali terkejut dengan pernyataan gara yang mengatakan jika ia bisa merasakan energi yang di berikan oleh sosok yang di katakan sedang mengintai mereka saat ini. Sepertinya gara memang sudah mampu membuka cakranya sendiri untuk merasakan energi yang di salurkan oleh sosok lain jika berada di dekat dirinya. Keningnya masih mengerut drastis saat ini , pikiran nya masih tak bisa berpikir dengan apa yang harus segera ia lakukan agar ia bisa lebih realistis dengan takdir yang akan terjadi kepada dirinya. “ iya raa , Panas banget. Lebih panas dari laksa dan aromanya pun terasa begitu menyengat di hidung. Gak enak raa. “ Sahut gara lagi yang semakin membuat arra terkejut dengan perubahan gara yang begitu menjuru pada keteguhan jati dirinya yang semakin nampak , bahkan sampai ia pun bisa merasakan aroma yang sangat menyengat dari sosok tersebut. Seperti harimau yang sedang mengincar mangsanya. “ lebih baik kamu tidur di kamar ku saja raa , Aku merasa jika akan ada hal yang sangat besar setelah kejadian ini. “ Ujar gara lagi yang hanya di angguki lagi oleh arra , bibir arra serasa kelu dan tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun lagi. Ia hanya takut jika ia akan benar-benar kehilangan gara dari kehidupan panjangnya ini , ia sama sekali tak bisa membayangkan jika gara berubah seperti sanggara yang dulu. Yang dimana ia mampu menerima kekurangan arra yang masih menjadi seorang manusia dan ia tak sama sekali menghiraukan itu , bahkan gara sendiri bisa berkorbang dengan begitu hebat nya untuk arra. Lalu apa yang harus arra bingungkan lagi , Takdir pun juga sudah ada yang menentukan pastinya. Jika memang nantinya ia harus berkorban juga untuk gara agar ia bisa merubah dan merasakan kehidupan yang lebih dari sempurna sesuai dengan apa yang sudah menjadi takdir awal dari seorang sanggara siluman harimau putih yang memiliki kehidupan abadi. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN