Kisah Sanggara - 34

1231 Kata
“ siapa kau ? “ Tanya gara setelah ia memasuki rumahnya dan menemukan sosok yang taka sing di dalamnya. Ia begitu terkejut saat melihat shyam di dalam rumahnya dan dengan perasaan yang cemas ia melihat kearah arra yang hanya tertunduk tanpa berkata apapun saat mendapati gara ada di hadapan mereka. Sebenarnya gara sangat mengingat siapa shyam , tapi gara hanya ingin memastikan langsung dari shyam sendiri atas dasar apa ia bisa berada di alam yang sama dengan dirinya. Karena saat malam itu gara mulai bermimpi  lagi dan di dalam mimpinya ia kembali menemukan jati diri dari shyam sebenarnya. Orang yang telah di tolong nya agar terbebas untuk kedua kalinya dari jeratan erlang , Tapi sayang nya erlang adalah sosok yang selalu menghalalkan segala cara untuk melumpuhkan musuhnya.   ʚ          Mimpi Gara        ɞ   tempat yang sama , yang dimana gara singgahi di goa yang telah sangat di bapal oleh gara. Goa yang dimana ia mendapati orang yang bernama uraga , Sosok yang ia tahu adalah ayah dari sanggara. Langkah kakinya membawa diri nya untuk melangkah maju menemui uraga yang terlihat tengah sibuk dengan tombaknya, Gara menepuk pelan pundak uraga dan kemudian masih meletakkan telapak tangan nya tepat di pundak uraga yang seketika mengalihkan tatapannya kearah gara. Ia pun tersenyum dan kemudian melepas tombak itu untuk di letakkannya di samping goa yang di tinggalinya. “ sanggara… “ Pungkas uraga lirih setelah membalikkan badannya untuk menghadap kearah gara , Dan gara benar-benar terkejut saat sosok yang ingin menyerang uraga bertarung dengan begitu sangat tangguh. Sedangkan saat ini ia sama sekali tak bisa berbuat apapun untuk membantu uraga , Seketika angin kencang dan petir datang bersamaan hingga tak tersadar ada satu sosok lagi yang membantu uraga untuk membekukan erlang. “ beraninya kau shyam. “ Ujar erlang yang sudah terjatuh tersungkur di atas tanah dengan luka yang tersemat di sudut bibirnya. Ia mencoba berdiri di atas kakinya lagi , “ tunggu pembalasan ku. “ Gertak erlang yang kemudian mengerluarkan ilmunya untuk menghilangkan dirinya, Uraga dan shyam datang menghampiri gara yang masig berdiri pada tempatnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan. Uraga masih menatap lekat gara yang tidak bisa berkata apapun dan ia pun masih terus menatapnya dalam-dalam. “ kamu ini siapa. “ Tanya uraga dan melayangkan senyuman nya kepada gara. “ dia sanggara… Sanggara mu di kehidupan masa depan. Namanya tetap melekat untuk dirinya tapi tidak dengan ingatannya . Ia memiliki sesuatu yang sangat di incar oleh banyaknya siluman , terutama erlang. Kau pasti paham sangat dengan maksud ku kan. “ Jawab shyam yang sontak membuat uraga terkejut dengan ucapan yang terlontar dari bibirnya , Dan gara sendiri juga merasa tak mampu berkata hal lebih untuk menjelaskan tentang apa yang sedang Ia alami. Kemudian uraga dan shyam berjalan mendekati gara. “ ini hanyalah alam  mimpi yang akan membawanya menemukan jati dirinya sebelum peristiwa itu terjadi. “ Ucap shyam yang semakin membuat uraga bingung. “ peristiwa apa? “ Tanya dengan tatapan nyalang nya. “ aku tidak bisa menceritakan nya , Aku hanya akan berkata sedikit saja tentang masa depan kalian. Dan kau akan paham nantinya. “ Jelas shyam lagi yang masih membuat gara sendiri bungkam dan menatap penuh keanehan kearah uraga dan juga shyam.     ∞ ∞ ∞   setelah berbincang dengan shyam empat mata saja , akhirnya shyam pergi dari rumah gara dan saat ini pun seperti tak pernah terjadi sesuatu kepada gara , seperti apa yang di takutkan oleh arra. Ia masih menaruh rasa khawatirnya yang mendalam saat ini karena hampir lebih dari dua jam mereka berbicara dengan dan tanpa suara yang bising. Arra sangat takut jika shyam benar-benar ingin menghabisi gara , sebab gara sendiri pun juga masih terlihat seperti manusia biasa. Bukan gara yang sudah menemukan jati dirinya sendiri , seperti apa yang pernah di ucapkan uraga kepada dirinya. Dan itulah yang menjadi pedoman arra selama ini , Jika ia akan menceritakan semua nya jika gara sudah menemukan jati dirinya yang sudah melekat di dalam jiwanya. Dan itu harus dengan ketertarikkan gara sendiri untuk membuka jalan itu. Arra terlihat begitu mondar mandir di dalam ruang tamu , Ia terkejut ketika mendapati gara yang sudah memasuki rumah dengan keadaan yang baik-baik saja dan bahkan saat ini gara sedang melayangkan senyuman nya kepada arra yang masih begitu terlihat sangat cemas. “ kamu gak apa-apa kan? “ Tanya arra dengan suara yang lirih , dan gara hanya menanggapi nya dengan senyuman manis di bibirnya. Dan seketika pun gara hanya mengusap lembut pipi arra lalu malah memilih berlenggang pergi dari hadapan arra , Membuat arra semakin merasa jika ada sesuatu yang aneh dengan gara. “ apa itu benar-benar gara? “ Pungkas nya yang malah mencurigai keaslian gara saat ini , Ia takut jika orang yang ada bersamanya ini bukanlah gara melainkan shyam yang menyamar menjadi gara , Sebab perilakunya sangat begitu berbeda dengan biasanya. “ apa yang sebenarnya mereka bicarakan tadi. Aku sangat takut jika gara kenapa-napa. “ Timpa arra lagi yang masih terus di pusingkan dengan pikiran nya sendiri , Hingga pada akhirnya ia memilih untuk kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan yang masih di penuhi dengan rasa Tanya yang begitu sangat banyak.   ∞ ∞ ∞   malam semakin larut , namun netra arra masih sama sekali belum bisa terpejam. Di dalam ruangan hening yang hanya terdengar suara denting jam perdetiknya. Arra masih dengan pemikiran nya sendiri tentang keadaan gara yang memang maish menimbulkan banyak Tanya untuk arra sendiri. Benarkah itu gara , siapakah dirinya , jangan-jangan… Hanya beberapa kosa kata itulah yang memutar hebat di dalam otak arra , Namun ia sendiri juga sangat tak tahu bagaimana ia harus berbuat untuk membuktikan kegundahan hatinya. Ia sendiri bukanlah dewa ataupun siluman seperti sanggara ataupun shyam. Ia hanya manusia biasa yang mendapatkan mukjizat melalui mustika yang dulu sanggara tanamkan di dalam tubuhnya. Hingga membuatnya bisa bertahan hidup dengan keabadiannya. Dan peristiwa itu pun masih terus saja tercetak jelas tanpa buram dalam pandangan arra. Yang dimana ia melihat kekasih hatinya begitu rapuh dan sudah tak berdaya di dalam pelukan nya , dan terlihat adanya cahaya padam yang menghampiri mereka. Saat itu arra melihat sanggara masih berusaha untuk bangkit dan menepis cahaya itu , namun ia seakan tak mampu untuk membawa tubuhnya sendiri. Ia seketika cahaya itu terlihat semakin terang dan berbentuk bulat , seperti bola yang terlempar begitu cepat. Dan seketika arra berdiri lalu membuat dirinya sebagai penghalang agar bola bercahaya itu tidak mengenai sanggara yang saat ini sudah sangat rapuh dalam kondisi nya. “ kenapa kau lakukan ini raa? “ Tanya sanggara yang menyadari apa yang sudah di lakukan oleh arra  dikala itu. “ aku hanya ingin kau hidup sanggara. “ Ujarnya dengan nafas yang sudah tersengal-sengal. “ aku akan tetap hidup sampai kapan pun raa , berbeda dengan kamu. Kamu paham kan. “ Timpa gara lagi yang di balas arra dengan senyuman nya. “ jaga dirimu sanggara. “ Ujar arra dalam terakhir hidupnya dan ketika ia akan menghembuskan nafasnya , seketika sanggara menjatuhkan bibirnya tepat di atas bibir arra. Dan ia pun memberikan mustika kehidupan abadi dan memasukkan nya ke dalam tubuh arra melalui penyatuan bibir mereka. Setelah mustika itu sudah masuk dan tertanam di dalam tubuh arra , seketika sanggara pun melebur menjadi debu yang tertiup angin. “ aku akan selalu ada di hatimu arra , Sampai saatnya hari itu datang lagi , hari dimana kita akan di persatukan untuk selamanya. “ Pungkas sanggara dalam hembusan angin yang membawanya pergi menjauh dari kehidupan arra.           ˘       Bersambung         ˘
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN