Kisah Sanggara - 36

1522 Kata
“ aku masih ada rapat lagi. Kamu mau pulang atau tetap di rumah sakit? “ Pungkas Edward yang mengirimkan pesan singkat kepada luna. Saat ini luna masih ingin menemani hidden namun hari itu adalah jadwal dias yang harus menjaga hidden. Paksaan dias dan juga hidden yang akhirnya mematahkan keteguhan hati luna dan kemudian luna memutuskan untuk kembali ke apartemen yang sudah di beli Edward untuk ayah dan adiknya nanti. Kemudian luna pun membalas pesan Edward , Ia mengatakan jika ia akan pulang dan meminta Edward untuk mengirimkan alamat  lengkap dari apartemennya. Luna pikir Edward tidak akan datang lagi ke rumah sakit untuk menjemputnya maka dari itu luna meminta alamat lengkap dari apartemen kepada Edward , Namun luna sangat salah tentang apa yang sudah ia pikirkan. Ternyata Edward membalas pesan luna dan mengatakan jika dirinya sudah berada di parkiran rumah sakit dan ia akan menunggu luna. Dan kemudian luna pun segera berpamitan dengan hidden dan juga dias jika ia akan pulang bersama dengan Edward yang sudah menunggunya. Luna juga menjelaskan mengapa Edward belum bisa mampir untuk menjenguk hidden sebab Edward sendiri pun masih di kejar dengan beberapa rapat lagi yang harus ia selesaikan sebelum jam sebelas malam. Sedangkan saat ini sudah menunjukkan pukul Sembilan malam. Hidden sangat bisa memahami bagaimana sibuknya Edward saat ini yang masih bergelut dengan bisnisnya di waktu yang seharusnya sudah ia gunakan untuk beristirahat. Dan entah mengapa luna sedikit merasa bahagia atas perhata kecil yang erward berikan kepadanya. Langkah nya tak bisa cepat karena luka yang masih baru saja ia dapatkan , Setelah sampai di parkiran , Luna segera menghampiri mobil Edward yang terparkir di sisi pojok dari arah pintu keluar rumah sakit lalu pandangan luna terarah pada satu wanita yang ada di samping Edward , Luna sedikit terkejut saat mendapati rosella berada satu mobil bersama Edward , luna pikir Edward menjemputnya sendiri namun ternyata tidak seperti apa yang ada di dalam pikirannya. Ia seperti ingin terkekeh terbahak-bahak menertawakan dirinya sendiri yang selalu beranggapan jika saat ini Edward sedang jatuh cinta kepadanya , Apalagi dengan kejadian yang pernah ia lakukan kepada luna sewaktu di dalam kamar mandi kamarnya.  Tapi lagi-lagi luna hanya mampu bermimpi untuk mendapatkan hal tersebut. Edward sendiri tak mengatakan apapun ketika luna sudah berada di samping mobilnya , ia hanya menurunkan kaca jendela mobilnya lalu menekan tombol untuk membuka kunci pada pintu mobil dan setelahnya luna pun langsung memasuki mobil Edward tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dan tanpa adanya basa-basi Edward pun segera melajukan mobilnya menuju ke apartemen nya , tak selang lama mereka pun sampai tepat di depan gedung tinggi apartemen mereka berada. “ terimakasih… “ Ucap luna lirih dan kemudian ia segera turun dari mobil dan melanjutkan langkahnya untuk menuju ke dalam apartemen , Namun entah mengapa netra Edward sangat begitu ingin memandang luna , Ketika ia mengarahkan pandangan nya kearah luna sontak Edward pun seketika terkejut ketika mendapati luna yang berjalan dengan tak seimbang. Luna terlihat sedang menahan kesakitan dan bahkan sedari tadi pun Edward sama sekali tak memperdulikan luna yang ternyata sedang berada di dalam kelukaan yang mendalam. “ kurang berapa pertemuan lagi  ros? “ Tanya Edward kepada rosella dan setelahnya rosella pun membuka buku agenda yang ada di map kecil pada tasnya. “ satu lagi , Pertemuan di restoran purnama. “ Jawab rosella sembari membolak-balik buku agenda itu lagi untuk melihat apakah ada jadwal lain selain ini. “ penting? Atau bisa di undur? “ Tanya Edward lagi. “ bisa di undur , tapi kita sudah beberapa kali mengcancel nya edd. “ Jelas rosella lagi , Kemudian terdengar suara ponsel rosella berbunyi dan tercetak nama assistan dari perusahaan yang akan mengadakan rapat dengan mereka. Rosella segera menerima panggilan itu dan seperti nya keberuntungan memihak kepada Edward. “ baik, terima kasih. “ Sahut rosella. “ pertemuan di batalkan minggu depan saja , Karena CEO mereka sedang ada keperluan mendadak ke dubai. “ Jelas rosella yang sontak di anggukki oleh Edward. “ aku lelah , Aku pengen istirahat. “ Pungkas Edward singkat. “ ada yang perlu aku bantu? “ Tawar rosella dan Edward pun hanya menggelengkan kepalanya. “  pulang saja , Bawa mobil ku. “ Ucap Edward yang segera menuruni mobilnya dan tanpa memarkirkan nya di parkiran apartemen , Sebab Edward meminta rosella untuk segera membawanya pulang. Daripada rosella harus menaiki taksi malam-malam seperti ini lebih baik ia membawa mobil Edward. Rosella begitu merasa jengkel dengan apa yang sudah di lakukan oleh Edward , tapi mau bagaimana lagi jika apa yang di lakukan Edward adalah memang hal yang wajar karena adanya rasa tak enak di dalam tubuhnya. Namun rosella juga paham jika yang sebenarnya adalah Edward yang ingin berduaan dengan calon istrinya itu. Dengan begitu cepat rosella menginjak pedal gas mobil lalu melajukan mobil itu kearah tempat tinggalnya.   ✩ ✩   ✩   Edward membuka pintu apartemen dengan kunci utama yang ia bawa , Ia segera memasuki apartemen nya dan berlalu masuk ke kamar luna tapi ia tak menemukan luna sama sekali dan bahkan di dalam kamar mandi pun tak terdapat luna juga. Edward berjalan keluar dan menuju ke dapur , Lalu seketika langkahnya terhenti ketika Edward mendapati luna yang masih berusaha untuk mengoleskan obat luka pada kakinya yang sedikit lebam. Edward melangkahkan kakinya kearah luna dan kemudian ia mengambil obat yang ada di tangan luna , hingga membuat sang empunya sangat terkejut. “ pak Edward. “ Ucapnya yang tertatih. “ siapa yang membuat mu begini? “ Tanya Edward sambil menunjuk beberapa luka yang ada di tubuh luna , Apalagi luka yang ada di sudut bibir luna dan juga di dalam pelipis matanya yang juga baru saja Edward ketahui. Luna hanya tersenyum saja tanpa berbicara sepatah katapun kepada Edward. “ jawab aku luna. Bukan hanya tersenyum saja. “ Ujar Edward dengan nada yang sangat meninggi. Luna hanya menatapnya rapuh dan tanpa mengatakan apapun kepada Edward , Sebab luna takut jika Edward tau siapa yang melakukan ini , ia akan bertindak lebih dan juga ia akan tau siapa luna sebenarnya. Pasti ia akan meminta imbalan lain untuk menebus biaya operasi sang ayah. Karena yang luna tahu jika Edward belum mengerti tentang siapa luna sebenarmya. Padahal Edward sendiri sudah mengetahui semua nya dari hidden ayah luna , dan Edward dapat memastikan jika yang melakukan ini adalah dion. Karena tidak akan mungkin ada orang lain lagi  yang berani membuat luna seperti sekarang ini. Di eropa ini , Hanya Edward dan dias yang luna kenal dengan dekat. Pasti dion sudah mencaritahu dimana mereka sebelumnya dan setelah nya ia mendatangi luna dan melakukan hal yang sangat membuat Edward merasa murka dengan perlakuan laki-laki yang hanya bisa mengandalkan kekerasannya saja. “ pak Edward mau minum apa? “ Tanya luna mengungkapkan alibinya , Dan terlihat Edward yang hanya menggeleng rapuh saat tak mendapati jawaban atas semua pertanyaannya kepada luna. “ lun , Setidaknya jujurlah dulu. Apa ini kerjaan dion? “ Kata edware yang sontak membuat luna sangat terkejut dengan kenyataan yang memang sudah Edward ketahui. Kedua netra nya begitu terlihat membulat sempurna , “ katakan lun tak perlu kamu menutup-nutupi semuanya. Ayah mu sudah menceritakan nya kepada ku. Semuanya… “ Ungkap Edward yang semakin membuat luna terkejut dengan apa yang di katakan oleh Edward , “ ayah sudah… “ Edward mengangguk dan mengedipkan kedua matanya. Hingga tak terasa luna ingin sekali mengeluarkan bulir-bulir airmatanya yang sudah bergantung pada pucuk netranya. Kedua matanya sudah sangat memanas. “ beri aku waktu pak , untuk mengumpulkan uang dan membayar uang bapak. Setelah aku mendapatkan kerja pak. “ Terang luna yang semakin membuay Edward langsung mengerutkan keningnya , Ia sama sekali tak mengerti dengan apa yang sudah di ucapkan oleh luna. “ tunggu-tunggu , Maksud kamu apa sih lun. “ – “  bukan nya bapak sudah tau tentang masalalu ku , Dan tidak mungkin kan bapak mau menikahi orang yang sama sekali tak memiliki latar belakang kehidupan yang baik. Bahkan orang tua kandung ku saja tak mengharapkan ku. Dan soal uang yang sudah bapak keluarkan untk membiayai operasi ayah. Aku akan berusaha untuk menggantinya , tapi setidaknya setelahh aku mendapatkan kerja pak. “ Jelas luna yang malah membuat terkekeh geli dengan pandangan luna. “ luna… luna… Kamu harus tau sesuatu lun , Aku tidak akan pernah merubah keputusan yang sudah sangat yakin aku ambil. Dan untuk masalalu kamu itu adalah kisah mu , Karena aku hanyalah masa depan mu sampai dimana aku akan mendapatkan semua nya tanpa adanya campur tangan damian. “ Ucap edward yang mengutarakan semua yang ada di dalam hatinya. Dan luna pun juga seketika tersadar jika dirinya tak lebih dari seseorang yang akan hanya menjadi tokoh utama di saat masih di butuhkan oleh sang sutradara. Dan jika semua sudah tak menemui kelanjutan nya , sang sutradara akan membinasakan tokoh utama dalam cerita tersebut. Setidaknya saat ini luna sangat merasa lega karena tidak tertuntut untuk mendapatkan uang yang sangat begitu banyak nya. ia hanya sanggup melayangkan senyuman nya saja untuk menanggapi ucapan Edward. “ sudah di obati? “ Luna mengangguk. “ tadi sudah di periksa juga sama dokter , Dan ini di kasih obat oles agar cepet kempes lebam nya. “ Jawab luna lagi , Dan seketika ada perasaan hangat ketika Edward mengoleskan lagi obat pada setiap luka yang ada di tubuh luna.       ✧         Bersambung          ✧
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN