Kisah Sanggara - 22

1264 Kata
Suara air yang mengalir dari arah sungai semakin membuat sanggara merasakan keteduhan di dalam hatinya. Ia masih menunggu seseorang yang begitu membuat perasaan yang berbeda hadir di dlalam selah relung hatinya. Namun sanggara pun masih tak percaya dengan apa yang di lakukan nya kali ini. Apakah semua ini kebenaran atau hanya keindahan sesaat. Sebab terkadang ia selalu teringat kata-kata uraga yang mengatakan jika mereka adalah makhluk yang mempunyai alam dan dunia berbeda. Tidak lah itu akan nantinya membuat satu sama lainnya merasa begitu terluka. Tapi ada satu perasaan yang begitu sangat mendorongnya untuk tetap maju kearah yang membawa nya memasuki dunia manusia. Dunia yang mampu membuat dirinya kehilangan seluruh kekuatan nya jika dari salah satu manusia itu ada yang tahu tentang jati diri nya. Langkah nya perlahan beralih berbalik ingin pergi dari sungai tersebut , Namun tak selang lama terdengar suara kekehan para manusia yang ingin bermain di sungai tersebut. Dan salah satu dari manusia tersebut ada yang memang di incar oleh sanggara. Ia menghentikan langkah nya , Dan mengarahkan pandangan nya pada sosok yang memang sangat ia rindukan. Perasaan yang begitu sangat mengganggu hari-hari sanggara dan ia pun mulai menyadarinya setelah uraga memberitahu apa yang sebenarnya sedang sanggara rasakan saat ini. Yang di katakan uraga memang benar adanya , Jika disaat sanggara melihat wajah ayu milik gadis yang di sukanya itu debarannya mulai tak stabil. Hembusan nafasnya menggebu hebat , pikirannya sangat tak bisa berpikir lagi dengan apa yang harus ia lakukan. Ingin rasanya ia segera menghampiri gadis tersebut sma seperti apa yang di lakukan oleh katomi. Namun lagi-lagi , Ada sesuatu hal yang seakan menahan nya begitu kuat. “ apa yang harus aku lakukan sekarang. Apakah aku hanya bisa memandang mu saja tanpa bisa mengenalmu? “ Gumam snanggara lirih yang masih berdiri di balik pohon besar yang menutupi sebagian tubuhnya. Tapi seketika pandangan nya terarah pada sosok hitam yang berdiri berada di atas bebatuan airterjun yang ada di ujung sungai tersebut. Sosok hitam yang baru kali pertama sanggara lihat dan itu bukan lah erlang yang masih terus akan menjadi incaran nya. Sanggara paham jika uraga sangat melarang nya untuk mencari keberadaan erlang , Tapi sanggara sendiri memang lah sangat ingin segera menghancurkan erlang karena perbuatan yang sudah ia lakukan kepada keluarga sanggara. Namun apa yang di lihat nya kali ini bukan lah erlang melainkan sosok lain dengan bola yang berwarna merah padam sama seperti erlang. Nampak tatapan kebencian dari sosok hitan tersebut , Dan bahkan kini ia sedang mengamati juga beberapa manusia yang tak jauh dari arah sungai dan mereka sedang mengerjakan sesuatu perkerjaan. Sanggara perlahan berjalan menuju kearah sosok hitam itu tanpa sepegetahuan sosok itu sendiri dan kemudian sanggara membekapnya dari arah belakang. Lalu membawa nya ke dalam hutan , Ia sangat penasaran dengan apa yang di lakukan sosok hitam yang berdiri dengan tatapan yang menghujam dan penuh dendam. Namun sanggara masih tidak tau kebencian itu ia tujukan untuk siapa. Sanggara masih memegangi sosok itu dengan erat agar tak mudah terlepas dari pegangan tangan sanggara. “ siapa kamu? “ Tanya sanggara geram , Sebab tatapan soosk itu  pun malah terlihat seperti mengejek sanggara , senyum yang sangat menjengkelkan sekali. Bukan nya menjawab , Sosok itu malah tertawa terbahak-bahak ketika menanggapi perkataan sanggara kepada nya , dan seketika netranya pun berubah menjadi warna merah menyala. Membuat sanggara semakin tak yakin dengan apa yang di lihatnya saat ini. Dan entah mengapa seketika amarah sanggara pun mulai terpancing lalu ia mengeluarkan api lagi dari tangan kirinya , Ia seperti ingin membakar sosok itu , Seperti apa yang juga ia lakukan kepada erlang waktu itu. Rasanya Nampak begitu sama , sebuah rasa benci dan juga dendam bergelumit dan memutari pikiran sanggara. Ketika api itu sudah sanggara arahkan pada sosok hitam tersebut , lagi-lagi gerakan nya terhalang oleh uraga yang mencekal tangan nya. “ hentikan nak. “ Pungkasnya. Dan uraga seperti mengambil alih genggaman tangan sanggara lalu seperti menghilangkan sosok itu dengan caranya sendiri. Bukan cara yang seperti akan sanggara lakukan sekarang ini. “ siapa dia ayah. “ “ dia shyam ,  dulu ian adalah penganut erlang yang memilih jalan nya sendiri mencari suatu kedamaian. Tapi pilihan nya menjadi pertentangan hebat untuk semua kaum yang di pimpin oleh erlang , dan bahkan erlang sendiri yang meminta jika ia harus di usir dari khayangan. Dia masih mengincar jiwa seseorang untuk di jadikan tempat bersemayam nya. “ Jelas uraga menjabarkan sesuatu yang memang ia ketahui , Sosok hitam yang selalu di kenal dengan panggilan shyam itu memang tak mendapatkan keadilan nya ketika ia masih berada di dalam naungan erlang yang tidak pernah bisa berlaku adil untuk para pengikutnya. Shyam yang begitu setia dan selalu mengabdikan dirinya kepada erlang malah menjadi umpan yang sengaja di lemparkan erlang untuk menghancurkan pesaingnya. Dan yang membuat shyam geram lagi ketika ia mampu membuat kududukan erlang semakin melesit tinggi. Apalagi yang membuat erlang bisa menjadi raja iblis adalah pengorbanan shyam yang tak banyak makhluk khayangan yang mengetahuinya. Setelah terjadinya perdebatan sengit Antara shyam dan juga erlang hingga akhirnya membuat dewa langit memutuskan untuk menurunkan shyam ke bumi. Sebab shyam di tuduh telah melanggar aturan khayangan yang dimana ia tidak boleh menghabisi nyawa seorang manusia untuk meraih keuntungan dari manusia tersebut. Padahal semua yang shyam lakukan semata-mata untuk membuat erlang dengan mudah mendapatkan posisi yang saat ini telah di tempatinya. Shyam merasa begitu terpukul dengan balasan yang sudah ia terima dari erlang dan bahkan banyak sosok yang tidak memberikan pembelaan kepada shyam dan malah lebih memilih untuk mengiyakan semua tuduhan yang erlang arahkan kepada shyam. Pengabdian yang di balas dengan pengkhianatan , Begitu lah hal yang bisa di jabarkan dalam kejadian yang sedang menimpa shyam sekarang ini. Dengan perasaan lapangnya , Shyam menerima hukuman dewa langit untuk hidup di dalam bumi bersama umat manusia dan ia pun juga sering mengambil energy manusia untuk kekuatan nya bertahan. Dewa langit memang tak mengambil apa yang sudah menjadi kekuatan shyam sebab saat mneurunkan shyam ke bumi dewa langit masih mencari bukti lebih dari perbuatan yang shyam lakukan. Karena uraga pun juga mengajukan banding untuk perihal masalah yang sedang menimpa shyam , Uraga sangat memahami bagaimana liciknya erlang dan ia akan melakukan segela cara untuk bisa mnedapatkan apa yang di inginkan nya. Walaupun itu harus mengorbankan sosok yang sangat berpengaruh di dalam perkumpulan kaumnya. Tanpa sepengetahuan erlang , Dewa langit sendiri sudah mengutus uraga untuk lebij menyelidiki masalah ini. Namun nasi kini sudah terlanjur menjadi bubur , Kebenaran terungkap di saat shyam sudah meninggalkan khayangan dan erlang pun sudah mendapatkan kedudukan yang ia incar. Sebab dewa langit sendiri tak bisa melanggar apa yang sudah menjadi ketentuan khayangan dan langit. Ia hanya merasa jika erlang adalah sosok yang sangat mampu memanipulatip semua kejadian yang ia tujukan kepada orang lain. Dan Karena itulah , Dewa langit memutuskan untuk tidak mengambil kekuatan shyam untuk membuatnya bertahan hidup di alam manusia yang sangat begitu menyiksanya. “ aku sungguh tak menyangka ayah. Jika erlang adalah sosok hitam yang begitu sangat keji bahkan ia mampu mengorbankan kaumnya untuk di jadikan tumbalnya sendiri. Jelas sanggara yang begitu menguras emosinya disaat ia mendengar semua cerita dari uraga. Dan pantas saja selama sanggara bertemu dengan erlang , Ia begitu ingin membinasakan nya karena memang erlang sangat terlihat tak layak untuk menjamah bumi dan bahkan khayangan yang bisa di sebut tempat berkumpulnya para dewa yang maha suci. “ jadi ayah sangat berharap jika kamu bisa lebih berhati-hati lagi dengan erlang. Sebab ia begitu licik nak. Jangan sampai kamu lepas kendali , mengerti. “ Wejangan uraga yang di jawab sanggara dengan anggukkan kepalanya , Sanggara pun sangat paham saat ini tentang sosok yang sedang ia hadapi.       _             Bersambung           _
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN