Rasanya sangat begitu aneh disaat gara merasakan adanya hawa panas pada punggung nya yang seketika menjalar keseluruh badannya.
Namun ia sendiri pun sama sekali tak bisa beranjak dari posisinya sekarang , entah mengapa rasanya sangat begitu Lelah sekali.
Dan ia hanya bisa merasakan hawa panas yang semakin lama semakin tak bisa membuatnya tenang.
Apalagi setelah ia merasakan adanya dua telapak tangan yang menempel pada sisi masing-masing Pundak gara dan lagi-lagi ia sendiri tak bisa melihat siapa yang ada di belakangnya sekarang ini.
Lalu seketika gara merasa adanya sesuatu yang berjalan dan ingin keluar dari tenggorokan nya dan kemudian ia segera memuntahkan nya.
Tapi tak ada apapun yang keluar dan itu semakin membuat gara di paksa untuk berpikir dengan ketat , namun rasanya sangat begitu lega sekali Ketika gara bisa mengeluarkan sesautu yang tak bernampak itu.
“ sudah mendingan? “
Tanya shyam yang sontak membuat gara sangat terkejut dengan keberadaan nya sekarang ini , gara mengamati shyam dengan penuh seksama dan ia Kembali mencoba mengingat siapa orang yang sedang mengajaknya berbicara ini dan mungkin ia juga orang yang baru saja menyembuhkan gara.
Setelah ia sepenuhnya membalikkan posisi badannya , ia semakin mengamati wajah yang tak Nampak asing bagi gara itu.
“ siapa kau? “
“ aku shyam. “ –
“ shyam… “
“ jika di ceritakan akan Panjang sekali , gara.
Ingatan mu masih tak bisa pulih seperti semula , sebab kau sendiri belum pernah menemukan jimat yang di berikan uraga kepadamu. “
Gara seketika mengerutkan keningnya Ketika mendengar ucapan shyam.
“ uraga?
Jimat? “
Tanya gara dengan tatapan yang sangat sulit untuk di pertanyakan lagi.
“ ya , jimat yang akan mengembalikan semua ingatan mu dan semua kekuatan mu.
Yang dimana waktu itu akan tiba , waktu dimana kamu membebaskan uraga dari goa yang sudah mengurungnya hampir seribu tahun ini. “
Jelas shyam yang masih tak bisa di mengerti oleh gara dan bagaimana bisa orang terkurung di dalam sebuah goa hingga ribuan tahun , gara sendiri seakan tak bisa berpikir dengan otak nya sendiri.
Shyam pun dengan jelas dan sangat mengerti jika saat ini gara pasti sudah kebingungan denga napa yang di maksud oleh nya saat ini , tapi jika ia sama sekali tak membantu gara untuk mengingat dikit demi sedikit tentang masalalu nya dulu.
“ tunggu-tunggu , kenapa aku semakin tak mengerti dengan apa yang kamu jelaskan ini.
Lalu siapa kau sebenarnya? “
Ujar gara yang masih tak bisa menela’ah apa yang sedang ia alami kali ini dan apalagi dengan sosok berjubah hitam yang menyerangnya itu bahkan gara saja masih mengingat dengan jelas siapa nama sosok itu dan bagaimana rupanya.
“ aku shyam , orang kepercayaan erlang yang sudah enggan mengikuti jejaknya dan ayah mu lah yang menyelamatkan ku dari jeratan erlang.
Dan kau ingat sosok yang menyerang mu tadi , ia juga sama seperti aku orang kepercayaan erlang yang memang di minta erlang untuk menghancurkan mu sebelum kamu bisa menemukan jimat yang di sembunyikan oleh uraga.
Hingga sampai saat ini pun aku sendiri tak tau dimana keberadaan jimat itu. “
Jelas shyam.
“ bukan kah sudah aku katakan jika kau tak akan pernah paham jika aku menjelaskan nya , untuk beberapa saat ini aku akan membantu mu menemukan jimat itu dan mengembalikan ingatan mu.
Karena menurut ku , kau Sudah sedikit banyak mengingat siapa kami-kami ini sebenarnya dan siapa dirimu.
Peganglah tangan ku , kita akan Kembali. “
Gara yang masih sangat kebingungan pun akhirnya memilih untuk menuruti permintaan shyam yang dimana ia meminta gara untuk segera memegang tangannya.
Setelah gara benar-benar memegang nya seketika semua menjadi gelap gulita dan suasana nya pun lebih mengertikan di bandingkan Ketika mati lampu biasa saja , namun tak berlangsung lama semua itu terjadi dan kini tiba-tiba saja gara sudah mendapati dirinya berada di rumah nya dan tepatnya berada di depan lukisan yang masih di pandanginya tadi.
“ kenapa aku bisa berada disini?
Lalu dimana orang tadi? “
Ujar gara kebingungan , namun entah mengapa tatapan nya sangat ingin terarah pada lukisan air terjun itu Kembali yang tanpa gara sadari jika sosok shyam pun juga ada di dalam lukisan tersebut sedang mengamati dirinya dari seberang air terjun yang begitu deras itu.
***
Gara kini berada di dalam kamarnya dan masih terus memandangi atap kamarnya sambil berpikir tentang orang yang menyebut dirinya dengan nama shyam dan juga memikirkan tentang ucapan sosok yang bahkan ia tau Namanya adalah laksa itu.
Ia beranjak dari posisinya sekarang lalu menata bantalnya untuk di jadikan sandaran punggungnya , dengan melipat kedua lengan nya dan salah satu tangan nya di gunakan sebagai penompang dagunya
“ aku , shyam , uraga , laksa , erlang , jimat , reinkarnasi.
Arrrgggh…
Apalagi semua itu , lalu apa hubungan nya dengan ku.
Jika yang dikatakan shyam , orang yang Bernama uraga itu terkurung dengan waktu yang begitu lama sekali lalu ., maku ini sebenarnya berumur berapa?
Tapi jelas-jelas aku sangat hapal dengan kenangan masa kecil ku dulu.
Astaga , kenapa membingungkan sekali sih. “
Geram gara sambil mengocakan tatanan rambutnya hingga menjadi tak beraturan sekali , lalu kemudian ia teringat dengan kotak yang dimana pernah di tinggalkan oleh mendiang papanya dulu.
Ia mencoba Kembali mengingat dimana terakhir kalinya ia meletakkan kotak tersebut karena seingat gara ia selalu meletakkan nya di atas nakas yang tak jauh dari tempat tidurnya saat ini , gara segera mencarinya namun ia sama sekali tak menemukan nya.
Lalu kemudian ia merasa jika ada sesuatu yang semakin mendekat kearahnya yang sontak membuat rasa aneh pada tengkuknya.
Perlahan gara mengarahkan pandangan nya kebelakang dan betapa terkejutnya gara Ketika melihat arra yang sudah berdiri tepat di belakang gara dengan pandangan yang sangat sulit untuk di ungkapkan.
“ arra…
Astaga , kamu bikin kaget aja. “
Gumam gara sambil mengusap terus menerus dadanya dan arra sendiri malah menunjukkan deretan giginya karena sudah membuat gara merasa terkejut tanpa di sengaja.
“ maaf , gaa.
Habisnya kamu berisik banget sih.
Ganggu aku tidur tau , kamu masih nyari apaan emang? “
pungkas arra yang memilih duduk tepat di atas Kasur gara sambil memandangi gara yang Kembali menata beberapa barang yang sudah ia pora-porandakan di lantai kamarnya.
“ aku yang minta maaf raa ganggu waktu istirahat mu.
Oh ya , raa.
Apa kamu tau kotak peti kayu kecil yang ada di atas sini?
Aku lupa dimana , makanya ini aku lagi nyariin lagi. “
Kata gara yang sontak membuat arra terpaku dengan apa yang baru saja ia dengarkan dari mulut gara.
Sebab memang arra lah yang menyimpan kotak tersebut ,
Karena arra sangat tahu jika di dalam kotak tersebut terdapat jimat yang akan membantu gara mengingat semua nya dan bis a membebaskan uraga dari goa tersebut.
Namun kali ini arra masih berpikir apakah ia akan memberikan kotak itu pada gara sebab arra masih belum bisa jika harus kehilangan gara untuk kesekian kalinya.
***