Setelah hampir separuh hari gara bercerita tentang kejadian aneh di alami di kantornya , dan akhirnya gara pun harus mengakhirinya karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
Gara sendiri tak mungkin membiarkan arra mendengarkan semua ceritanya padahal arra juga butuh waktu untuk beristirahat , apalagi saat ini sorot mata arra sudah menunjukkan jika dirinya begitu sedang merasa Lelah sekali.
Gara meminta arra uuntuk segera beristirahat dan arra sendiri pun segera menuruti apa yang dikatakan oleh gara untuk segera masuk ke dalam kamarnya.
Namun gara sendiri malah terus masih terjaga dengan pemikirannya sendiri , kemudian ia melangkah kan kakinya untuk menuju kearah lukisan yang sama seperti apa yang sudah menarik arra ke masa lampaunya itu.
Tapi gara masih tak paham dengan apa yang ada di dalam pikiran nya kali ini.
Ingatan nya selalu bergelimut dan berputar pada tempat itu , bahkan gara begitu sangat merasa jika dirinya merasa nyaman sekali Ketika melihat akasia yang terdapat di dalam lukisan itu.
Akasia yang sama ,
Tempat yang dimana menjadi saksi penyatuan cinta dua insan yang berbeda alam bahkan gara bisa merasakan jika tempat itu memang benar adanya hingga ia sendiri bisa merasa begitu sangat nyaman.
Dan sampai saat ini pun gara masih tak mengerti mengapa ia bisa merasakan kenyaman Ketika menatap lukisan yang sejak awal sudah ada di dalam rumahnya itu.
Gara membalikkan badannya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju kearah kamarnya , namun seketika ia merasakan adanya hembusan angin yang sangat kencang sedang menghampiri lalu mengelilingi dirinya.
Dan entah mengapa angin itu seakan membuat diri gara malah semakin melemah hingga membuat sang empunya sendiri sampai terjatuh lemas dan bertumpu pada kedua lututnya.
Rasa sakit pun juga seketika menyerang gara hingga membuatnya begitu sesak sekali karena rasa itu seperti menggerogoti jantungnya , ia masih mencoba untuk tetap menstabilkan nafasnya memalui mulutnya bahkan saat ini pun gara merasa jika dadanya seperti terhimpit dengan tembok yang semakin menyatukan dirinya sehingga ia sangat tak bisa mencoba beranjak dari posisinya sekarang ini.
Dari arah sudut pandangan nya ia melihat adanya asap hitam yang bergerombol dan semakin lama entah mengapa asap itu semakin berhembus kearahnya ,
Semakin dekat dan kemudian terlihat begitu sangat nyata Ketika asap tersebut membentuk satu sosok yang tak asing bagi gara karena ia merasa jika ia sering melihat sosok tersebut.
Sosok berjubah hitam yang kini malah menampilkan smriknya yang begitu jahat sekali , namun kini sosok itu malah menyembunyikan wajahnya di sebalik penutup kepala pada jubahnya.
Bahkan saat ini lidah gara terasa begitu kelu hingga membuatnya bungkam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi , lalu gara sendiri hanya bisa terdiam menundukkan pandangannya dengan begitu sayu.
“ sanggara. “
Ujar sosok itu yang kemudian menurunkan badannya untuk menyamakan tingginya dengan gara yang masih begitu terlihat tak berdaya.
“ siapa kau? “
kenapa kau berbuat seperti ini dengan ku dan bagaimana kau tau namaku ?”
Tanya gara dengan suara yang begitu amat lirih sekali namun sosok itu malah melantangkan kekehannya dan kemudian mengarahkan pandangan tajam kearah gara dengan posisi yang begitu sangat dekat sekali dan bahkan gara bisa melihat dengan kepala matanya sendiri bagaimana bentuk wajah dari sosok tersebut.
Penutup jubah yang tertutup seakan tak menghindarkan pandangan gara untuk lebih jelas menatapnya dan kali ini seketika ada yang bertarung dalam otak gara saat ini hingga tiba-tiba saja muncul beberapa ingatan masalalu gara yang dimana ia sedang berada di posisi yang sama dengan sosok yang juga sama.
“ laksa…
Dasar b*****h. “
Ucap gara dengan melayangkan pukulan nya kepada laksa yang sontak membuat laksa mundur beberapa Langkah dari hadapan gara sekarang.
“ sial.
Aku kira kau tak akan pernah mengingat siapa jati dirimu setelah berinkarnasi menjadi manusia seperti sekarang ini
Jawab laksa dengan nada yang begitu terdengar sedikit meninggi itu.
Dari ucapan laksa tadi entah mengapa gara merasa sangat terkejut dengan pernyataan laksa yang dimana ia menyebutkan jika diri gara sudah berinkarnasi menjadi seorang manusia.
Gara Kembali melihat telapak tangan nya dengan rasa yang teramat penasaran sekali dengan apa yang baru saja ia dengar.
Pikiran nya saat ini begitu campur aduk dan bagaimana bisa ia berinkarnasi lalu ia pun juga sempat berpikir bagaimana bisa ia mengenal sosok yang di panggilnya laksa itu.
Dan jika benar ia berinkarnasi , lalu siapa di dulu dan bagaimana wujudnya.
Seperti ada yang mendesak di dalam otak gara saat ini yang seketika ia ingin menghantamkan pukulan kepada laksa , namun apakah akan terjadi sesuatu yang amat berbahaya jika dirinya menantang sosok itu terlebih dulu.
Tapi entah mengapa rasanya gara sangat ingin tau siapa jati dirinya dulu hingga ia harus berurusan dengan sosok yang begitu mengerikan.
Hingga pada akhirnya gara memberanikan diri untuk menyerang laksa dengan pukulannya , sebab gara sangat ingin tahu apakah ia benar-benar hampir sama seperti sosok tersebut yang memiliki suatu tenaga hebat di luar tenaga manusia pada umumnya.
Satu pukulan gara seperti membuat laksa merasa jika gara memang ingin beradu tanding dengan dirinya , hingga akhirnya laksa memberikan gara hadiah berupa pukulan yang tak di lakukan langsung oleh tangan laksa yang sontak membuat gara tersungkur karena perlakuan dari laksa.
Ia semakin penasaran dengan siapa dirinya , jika memang benar yang ada di dalam pikiran nya saat ini pasti ia bisa mengimbangi kekuatan laksa yang menyerangnya dan bukan nya jatuh melemas seperti saat ini.
“ sanggara ,
Percuma jika kau mau melawanku.
Sebab semua itu tak akan pernah bisa kamu lakukan sanggara. “
Dengan kekehannya yang sangat menggelegar laksa seakan menghina gara sebab saat ini ia tak memiliki suatu kekuatan yang sama sepeti dirinya dulu.
Gara pun mengerutkan keningnya Ketika masih mendapati laksa yang melantangkan kekehan nya.
“ apa yang kau inginkan laksa? “
“ aku sangat tak habis pikir sampai saat ini.
Sudah hampir beribu tahun lamanya namun aku masih tak bisa memahami apa yang di pikirkan uraga yang memilih mu untuk berinkarnasi lagi menjadi manusia. “ -
“ manusia yang sangat lemah dan pastinya tak akan membantunya untuk terbebas dari goa yang masih mengungkungnya itu. “
Gara semakin di buat biingung denga napa yang dikatakan oleh laksa ,
Lalu goa yang di maksud oleh laksa itu apakah doa yang sama seperti yang sering di lihat gara dalam mimpinya gara pun mencoba dan semakin memaksa otaknya untuk mengingat Kembali secara detail tentang masalahnya.
Namun seketika rasa sakit pun malah menyerang kepalanya , dan kali ini malah laksa lah yang seketika di buat bingung dengan reaksi dari gara yang kesakitan.
Tak hanya itu saja bahkan saat ini gara terlihat berguling kesana kemari sambil memegang erat kepalanya sebab ia sangat tak sanggup menahan rasa sakit yang menyerang kepalanya itu.
Dan seketika shyam datang dan bergegas membawa gara pergi dari tempatnya sekarang tanpa mengatakan sepatah katapun.
Laksa mencoba untuk mengejar nya namun ia tau jika kekuatannya tak akan pernah sepadan dengan apa yang di miliki oleh shyam ,
Laksa pun Kembali berpikir jika sanggara bukanlah sanggara yang seperti dulu dan yang masih di pertanyakan oleh laksa saat ini bagaimana bisa shyam pun juga ikut andil berada di pihak sanggara.
Rasanya sangat tak masuk akal jika saat ini banyak yang merebutkan gara , entah itu untuk di selamatkan atau memang untuk di matikan namun yang laksa paham saat ini jika sanggara adalah suatu ancaman untuk dirinya.
***