Gara masih saja terfokuskan dengan pikiran gundahnya saat ini sampai iw tak menyadari jika waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi ,
Suara pintu yang terbuka dari arah kamar arra seketika membuat nya terkejut hingga membuat pandangan nya langsung mengarah pada sumber suara tersebut.
Bahkan pandangan mereka saat ini pun saling bertemu satu sama lainnya , dan entah mengapa rasanya begitu sangat jelas terlihat adanya perasaan kerinduan antara keduanya yang tak bisa terbendung lagi.
“ Gaa.. “
“ Raa... “
Panggil mereka bersamaan hingga membuat keduanya pun saling menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal itu.
Perlahan arra melajukan langkahnya menuju ke tempat dimana gara saat ini berada dan kemudian ia pun memilih duduk di samping nya.
Senyuman pun saling mereka lemparkan satu sama lainnya , seperti orang yang sedang kasmaran jadinya mereka saat ini.
“ Tumben awal sekali bangun mu , gaa? “
Kata arra membuka pembicaraan kepada gara yang terlihat seperti orang yang benar-benar menyembunyikan sesuatu dari arra ,
Dan kening arra pun seketika mengerut ketika menyadari reaksi gara saat ini kepadanya.
“ aku gak tidur sama sekali , raa. “
“ Hah...
Ada apa gaa?
Apa masih ada yang mengganggu? “
Suara arra begitu terdengar begitu khawatir tentang apa yang baru saja di jelaskan oleh gara , sebab ia masih merasa takut atas apa yang baru saja terjadi kepada mereka kemarin dan bahkan sampai penjaga neraka turun untuk membawa kalingga.
Tapi seketika arra juga menjadi kikuk sendiri ketika menyadari jika perkataan nya kali ini seperti begitu menaruh rasa ke khawatiran yang mendalam kepada gara.
Apalagi setelah gara mampu mrnangkap kalingga dengan kekuatan nya yang baru saja ia dapatkan dan kali ini pun rasanya arra ingin bertanya kepada gara tentang kegundahan nya ,
Namun ia masih ragu jika ternyata gara tidak memiliki ingatan nya sama sekali dan hanya memiliki kekuatan masalalu nya saja.
“ enggak raa ,
Santai saja semua sudah aman kok.
Tinggal nyari jimat yang di maksud sama shyam saja. “
Pungkas gara yang sontak membuat arra terkejut dengan apa yang ia dengar , sebab jimat itu sekarang ada di tangan arra.
Dan haruskah ia memberinya kepada gara , apakah nanti arra sendiri akan siap menerima jika kembalinya semua yang ada pada diri gara adalah awal dari perpisahan mereka.
“ Emh , gaa..
Sebenarnya aku... “
Ujar arra terpotong ketika gara mendapati panggilan dari edward.
“ bos , sebentar ya raa. “
Sahut gara lalu menerima panggilan ponsel nya , dan arra sendiri sudah memutuskan untuk mengatakan yang sejujurnya kepada gara.
Ia berjalan menuju kearah kamarnya lagi untuk mengambil peti kotak peninggalan ayah gara yang selama ini sudah di sembunyikan oleh arra.
Langkah nya seakan tak kuat sama sekali untuk terus melaju mendekat kearah gara setelah ia berhasil membawa peti kotak tersebut.
“ gaa... “
Gumamnya dengan menyerahkan peti kotak peninggalan catra yang sontak membuat gara sangat terkejut atas apa yang sudah ada di depan matanya.
Ia sama sekali tak bisa berpikir jika selama ini kotak tersebut berada di tangan arra , twpi mengapa arra tidak pernah berkata tetus terang kepadanya.
Apakah arra sendiri juga sudah tau tentang konsekuensi apa yang akan terjadi jika gara menemukan jati dirinya sekarang ini.
Gara masih tak berkata apapun kepada arra dan ia hanya menatap nyalang sorot mata arra yang seakan sudah begitu merasa bersalah atas apa yang sudah ia lakukan saat ini , padahal gara sendiri tak pernah beranggapan jika apa yang sudah di lakukan arra adalah suatu kesalahan.
Setidaknya gara pun juga paham jika apa yang di rasakan arra juga ia rasakan saat ini , kegundahan serta ketakutan yang seakan tak mau terhenti sama sekali dari pikiran mereka masing-masing.
“ maaf gaa , jika selama ini aku gak bilang sama kamu. “
“ Gak apa-apa raa ,
Aku mengerti kok.
Oh ya , nanti aku akan pergi ke rumah edward.
Apakah kau mau ikut? “
Arra masih merasa tak enak hati dengan apa yang sudah di lakukan nya kepada gara namun ia tak habis pikir jika gara pun malah berperilaku baik kepadanya.
Rasanya begitu sangat nampak jika gara memang sudah mengetahui semua cerita masalalunya dan sebab itulah gara tak melontarkan perkataan apapun setelah pengakuan dari arra , bahkan kali ini gara malah mengajak nya untuk berkunjung ke rumah bos nya yang ternyata adalah sosok yang sama seperti gara.
“ Daripada sendirian di rumah , ikutlah dengan ku. “
Sahut gara lagi dan di tanggapi arra dengan anggukkan nya.
“ bersiap-siap lah dulu. “
Perintah gara yang seketika langsung di turuti oleh arra dan sang empunya pun segera berlenggang untuk memasuki kamar.
Dan dari gara sendiri hanya bisa Menghela nafas panjang nya saja , sebab siap tidak siap ia pun juga harus menerima semua konsekuensi yang akan terjadi kepada dirinya nantinya.
Tak selang lama setelah arra keluar dari kamar nya mereka pun segera berjalan menuju kearah mobil dan kemudian segera gara menginjakkan pedal gas mobilnya lalu melajukannya menuju ke rumah edward yang memintanya untuk datang berkunjung karena adanya sesuatu hal yang memang membuat edward merasakan hal yang begitu mengganjal sekali.
“ apa ada yang serius gaa sama bos kamu itu? “
Tanya arra memecah suasana.
“ sepertinya , raa.
Namun bos gak bilang apa-apa di telpon tadi.
Ia Cuma minta aku pergi ke rumahnya aja katanya sih ada hal penting yang harus ia ceritakan. “
Jelas gara yang hanya di jawabi anggukkan lagi oleh arra dan setelahnya gara pun mengarahkan konsentrasinya kembali ke jalanan yang nampak lumayan ramai itu.
*
Kini mobil gara sudah memasuki rumah edward dan gara pun juga sudah melihat adanya sang bos besar sudah menunggu tepat di depan pintu masuk rumahnya.
Gara segera menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Edward dan setelahnya gara dan arra segera menuruni mobil lalu melangkahkan kakinya untuk mendekat kearah edward yang sedang berdiri dengan memasukkan kedua tangan nya pada saku celananya.
“ bos. “
“ Ayo masuk ke dalam gaa.
Nanti aku akan jelaskan. “
Ajak edward dan kemudian gara serta arra pun segera mengikuti langkah sang pemilik rumah untuk masuk ke dalam nya untuk mencaritahu apa yang sebenarnya sudah terjadi kepada edward.
Sang empunya pun mempersilahkan arra dan juga gara untuk duduk di kursi ruang tamu rumah edward , betapa takjubnya gara dan juga arra yang saat ini sedang memandangi keadaan rrumah dari edward sang bos besarnya.
Apalagi dengan jati dirinya yang sebenarnya membuat gara semakin merasa tak percaya dengan apa yang sudah di miliki oleh edward sekarang ini.
Tak selang lama pun Terlihat ada satu maid dengan membawa satu nampan berisikan minuman yang sedang menuju kearah mereka bertiga.
“ silahkan di minum gaa , raa. “
Kata edward setelah maid tersebut memberikan minuman keatas meja.
“ Terimakasih bos. “ –
“ oh ya , apa yang ingin bos katakan kepada ku? “
Edward sama sekali tak menjawab gara ,
Namun ia mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya nampak seperti kain putih yang membungkus sesuatu di dalamnya.
“ Kau tau ini apa? “
Tanya edward setelah memberikan kain itu kepada gara yang sontak membuat gara mengerutkan keningnya karena hal yang sangat membingungkan untuk gara.
Gara kemudian mengambil kain tersebut dan perlahan membukanya untuk mencaritahu apa yang ada di dalam kain tersebut.
“ ini serigala , bos. “
Jelas gara setelah mencoba mengendus kain dan juga barang yang ada pada kain tersebut.
Pernyataan gara kali ini benar-benar sangat mengejutkan edward , sebab pastinya akan ada hal buruk sedang mengincar luna.
Dan jika ada siluman serigala lain nya tau keberadaan luna dapat edward pastikan jika luna akan menjadi persembahan yang sudah lama tak pernah kaum serigala lakukan.
“ sial , siapa yang sudah berani memasuki kediaman ku dan mencaritahu tentang privasiku. “
Ujarnya dengan suara yang begitu geram dan bahkan dapat gara lihat jika saat ini Edward sudah begitu tak bisa menahan amarahnya yang semakin lama semakin menggebu sekali.
*