Part 64

1872 Kata

Ridwan mengernyitkan kening heran saat ia tak bisa membuka pintu kamar Fitri. Mencoba beberapa kali pun hasilnya tetap sama, pintu itu tetap tertutup rapat di hadapannya. Ridwan pikir, apakah gadis kecilnya itu sengaja mengunci pintunya dari dalam, atau justru telah berbuat yang tidak-tidak? Mengingat, gadis kecil itu dari apa yang Ridwan lihat, seperti bukan maunya menjadi gadis peserta lelang. “Fitri.. Fit.. kamu masih di dalam kamar, kan?” teriak Ridwan seraya menggedor-gedor pintu kamar Fitri. Tak ada sahutan, Ridwan pun mulai panik di tempatnya. “Gadis kecil itu masih bernapas, kan? Dia tidak mencoba untuk bunuh diri di dalam kamar, kan?” “Fitri.. buka! Kalau nggak dibuka-buka juga Om dobrak nih dari luar,” ancam Ridwan, dan masih belum ada sahutan juga dari arah dalam. “Baiklah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN