Seorang gadis cantik, dengan dress anggun dan rambut panjang yang ditata se-stylish mungkin oleh sang penata rambut, terlihat sedang duduk seorang diri di sebuah kursi panjang. Di sebelah kanan dan kirinya terdapat bermacam-macam bunga dengan warna cantik nan beragam. Ia terlihat sedang gelisah, galau, dan merana. Seperti seseorang yang baru saja putus dari pacarnya. “Sendiri aja, Gadis cantik.. ikut saya, yuk?” Tanpa diduga, ditengah-tengah kesendirian gadis itu, ditengah-tengah lamunannya, seorang laki-laki dengan paras bak seorang pangeran, datang menghampirinya dengan tangan kanan memegangi sebuah sepeda. Seakan terbius dengan tatapan lembut dan paras tampan laki-laki itu, laki-laki yang menurut gadis cantik yang tengah gegana (gelisah, galau, merana) itu sangat percis seperti seorang

