Part 83

1917 Kata

Selama di dalam mobil, Fitri tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia betul-betul mengunci kedua daun bibirnya. Rendi pun tak ingin ambil pusing. Mengetahui Fitri yang mulai diam, bahkan mempertahankan keterdiamannya saat ia mengajak Fitri mengobrol, membuat Rendi melakukan hal yang serupa. Ikut diam, namun dengan kedua daun bibir yang tak henti tersenyum samar. Entah apa yang dipikirkan Rendi hingga ia bisa terlihat seperti itu. Setelah sampai di lokasi yang dituju, sebuah studio yang terlihat sangat berkelas, Fitri membuka pintu mobil Rendi. Bergerak untuk turun dan keluar, namun aksinya itu tertahan karena cekalan tangan yang Rendi lakukan kepadanya. Dengan kesal Fitri menoleh. “Ada apa?” tanyanya dengan nada suara serta raut wajah yang sangat terlihat datar. “Ada yang kelupaan.” Menden

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN