Dengan sangat terpaksa, karena perut Fitri memang sepertinya sudah harus segera diisi, Fitri pun menyusul Ridwan dan Rendi ke ruang makan. Sampai di sana, Fitri sedikit bisa bernapas lega. Karena ternyata, Rendi si laki-laki menyebalkan yang ingin ia hindari itu terlihat sedang fokus dengan makanannya. Membenarkan ucapannya beberapa saat lalu, yang mengatakan bahwa laki-laki itu sudah sangat kelaparan. Mengetahui situasinya saat ini terlihat aman, Fitri pun dengan berusaha santai mendudukkan dirinya di sebelah kanan Ridwan, yang mau tau mau harus berhadapan dengan laki-laki menyebalkan itu. Tapi tak apa, karena dari pengamatannya saat ini dan siang tadi, saat laki-laki itu tengah makan, dia akan fokus terhadap makanannya. Jadi, setelah mengetahui betapa fokusnya laki-laki menyebalkan itu,

