Part 38

1815 Kata

Semenjak ikut tinggal di rumah Dewa, membantu Mbok Sumi menyiapkan sarapan pagi menjadi rutinitas pagi yang Fitri lakukan secara rutin. Memang pada awalnya Dewa selalu mengomentarinya, memintanya untuk tidak melakukan pekerjaan rumah, memintanya untuk benar-benar menjadi seorang tamu di rumahnya, tapi Fitri yang merasa tak enak hati dan ia yang memang keras kepala tetap saja melakukan itu semua dan menghiraukan ocehan-ocehan Dewa, hingga laki-laki itu pun mulai merasa lelah dan menyerah, lalu membiarkan Fitri untuk melakukan semua itu sesuka hatinya. “Pagi, Fit,” sapa Dewa, saat laki-laki itu melihat Fitri sedang menata sarapan pagi mereka di meja makan. Duh, sudah seperti pasangan suami istri saja, ya! “Pagi,” jawab Fitri, seraya tersenyum manis ke arah Dewa. “Luka memar di wajah kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN