Part 54

1838 Kata

Fitri berlari secepat yang ia bisa menjauhi tempatnya berdiri semula, trotoar sekitar lampu merah, diikuti oleh Tio dan Bella di belakangnya. Kedua anak kecil itu meski merasa heran, tapi tetap mengikuti aksi Fitri dari belakang tanpa tahu alasan Fitri sebenarnya. “Aduh, ha.. ha.. ha..” Fitri menghentikan langkah kakinya saat dirasa seseorang yang ingin ia hindari sudah tak terlihat lagi batang hidungnya. Ia pun berusaha untuk mengatur napasnya kembali karena deru napasnya terdengar berkejaran akibat berlari cepat tadi. “semoga saja dia udah nggak ngikutin aku lagi deh. Aku udah nggak kuat buat lari lagi soalnya.” “Kakak.. ha.. ha.. ha.. Kakak kenapa tadi lari-lari? Terlalu siang tau Kak buat olahraga lari. Kalau mau jogging enaknya pagi-pagi, Kak. Kalau siang gini panas,” ucap Tio disel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN