Dewa kembali menuju ruang makan dengan wajah kusut. Menenggak habis kopinya, kemudian mulai memakan sarapannya dengan diam. “Lho, Non Fitrinya ke mana, Tuan?” tanya Mbok Sumi dengan raut wajah terheran-heran, saat tak menemukan Fitri di ruang makan. “Dia tidak saya perbolehkan berkeliaran secara bebas di rumah ini. Dia hanya boleh berdiam diri di dalam kamarnya saja. Jadi, Mbok, tolong antarkan sarapan pagi Fitri ke kamarnya ya.” Lalu Dewa mengangsurkan kunci kamar Fitri ke hadapan Mbok Sumi. “dan ini kuncinya. Jangan lupa untuk kembali menguncinya setelah Mbok selesai mengantarkan makanannya.” Mendengar itu, ocehan Dewa yang cukup membuat Mbok Sumi merasa bingung, Mbok Sumi pun kembali menyeruakan apa yang melintas di benaknya. “Jadi ceritanya Non Fitri, Tuan Dewa kurung di kamarnya, b

