Tok,, tok,, tok,, “Non Fitri.. Mbok Sumi masuk, ya? Mau bawain makan siang buat, Non.” “Iya, Mbok. Masuk aja.” Sesuai dengan dugaan Fitri sebelumnya, jam makan selanjutnya, yaitu saat ini (makan siang). Mbok Sumi akan datang ke kamarnya kembali untuk mengantarkan menu makan siang. Fitri yang sudah bisa menebak bahwa kegiatan Mbok Sumi kali ini pasti dalam pengawasan Dewa, ia pun hanya menyelipkan sepucuk surat ke dalam saku baju Mbok Sumi. “Nanti dibaca ya, Mbok,” ucap Fitri dengan tatapan memelasnya. “ya sudah, Mbok pasti sudah ditunggu Dewa, kan? Mbok Sumi lebih baik langsung keluar saja sekarang. Aku nggak mau Mbok Sumi dapat masalah lagi.” “Oke, Non. Mbok tinggal, ya? Jangan macam-macam lho ya, mentang-mentang dikurung begini.” “Seperti?” “Bunuh diri?” “Astaghfirullah, ya nggak

