Sinar mentari sudah menyapa tanda sang pagi telah tiba. Dinar kini tengah siap untuk pergi dari desa kelahirannya itu dan tidak akan pernah kembali lagi. Ada rasa sesak dan sedih dalam hatinya, seandainya dia dan ibunya tidak memiliki rasa iri dan dengki terhadap keluarga Dasima sepupunya. Mungkin semua ini tidak pernah terjadi. Terselip rasa penyesalan dalam hati disaat ibunya Dasima meregang nyawa, dia bukan menolong malah dengan sengaja membenturkan kepala nya hingga beliau meninggal. Peristiwa-peristiwa kebersamaan Dinar dengan Dasima yang penuh kebahagiaan, terlintas bagaikan sebuah klip video yang diputar ulang kembali. Kini semua hanya menjadi sebuah kenangan. Dinar tidak memiliki keluarga lagi, hanya bayi yang ada di dalam perutnya serta mertua yang begitu menyayanginya. "Ku ha
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


