"Tunggu!" Abigail langsung menghentikan langkahnya saat Daniel menahan lengannya. Wanita itu menatap Daniel dengan dahi yang berkerut. "Kenapa?" tanyanya. Daniel maju dan menghalangi Abby untuk keluar dari warung bakso yang mereka datangi tadi. "Hujannya deras. Biar gue ambil payung di mobil. Lo tunggu di sini dulu." Belum sempat Abby menjawab, pria itu lebih dulu keluar dari sana, menerjang hujan deras yang saat ini turun dan menghilang di tengah guyuran air dari langit. Abby berdecak lirih. Wanita itu sungguh tidak bisa menebak jalan pikiran Daniel. Sebab semakin hari, Daniel semakin aneh saja menurutnya. Abigail menadahkan telapak tangannya ke depan, menyentuh air hujan dengan tangannya. Padahal hanya air hujan, namun dia heran kenapa Daniel bisa menampakkan wajah secemas itu. E

