Langkah Peach menuntun balik Anne untuk bisa mengikuti dia. Sementara dari arah depan sana, terlihat jelas bahwa sebenarnya ada sosok yang tengah mengamati mereka semua. Ya, tentu saja dia adalah Edward yang lebih dulu menyadari keberadaan sang penolong dari pada sosok Rose yang sempat harus bertanda tanya dulu beberapa waktu ke depan. “Hai, Edward, ternyata dugaan kami tidak pernah salah, ya,” tukas Anne yang tiba-tiba saja sudah beradaptasi dengan keadaan. Dia berada di tempat dan memperhatikan wajah beberapa pemberontak yang ada di depan matanya. “Siapa kalian? Berani mungkin hendak mencelakakan mereka berdua,” lanjut Anne lagi yang tak pernah kalah suara teriakan. Tertawa lebar, salah satu dari mereka begitu terlihat meremehkan. Senyum yang mampu keluar dari sudut bibirnya benar-ben

