Belum sampai pergi dan merenggang benar-benar nyata dari tempat, tiba-tiba saja pasukan yang menyerang Edward dan Rose melakukan penyerangan secara mentah-mentah. Mereka berlari, menghajar, memberikan sebuah hukuman keras untuk Edward sebelum mengaku kalah yang sesungguhnya. “Tidak....” Pingsan, Edward seketika terjatuh di tempat. Dia sempat membuka matanya untuk terakhir kali, sebelum benar-benar harus memejamkan mata secara lemah dan terpaksa. Sedangkan samar-samar dari arah yang beriringan, mereka juga menghantam bagian punggung Rose, sampai wanita tersebut harus kehilangan kesadaran dalam jarak waktu begitu cepat di tempat. “Kurang ajar, kalian berani bermain seperti ini? Lebih licik siapa, ayo katakan!” ujar keras kata-kata yang mampu didengar para pasukan tersebut. Tidak merasa b

