13. Serumah?

980 Kata

Tiba-tiba saja Reino membungkam bibir mungil Jingga. *** Beberapa menit sebelumnya   Otak Reino yang error karena kebelet pipis membuat matanya fokus pada bibir mungil Jingga yang nyerocos ngalor ngidul. Reino sungguh tidak mendengar apa yang terucap dari bibir itu karena fokusnya satu bibir warna pink itu sungguh menggoda iman laki-lakinya. “.………… ngomong telor ceplok…………” Kesadaran Reino kembali saat mendengar kata telor ceplok. Entah dapat ide dari mana tiba-tiba saja tangan Reino mengambil telor ceplok dan disumpalnya ke bibir mungil yang masih saja nyerocos tidak jelas. “...hmph… Uhuuk… uhuuuukkk.” Jingga yang lagi-lagi tersedak segera mengambil minum, ditegaknya habis air putih itu. Wajah Jingga memerah menahan kesal. Matanya menatap Reino dengan tatapan mata penuh amarah. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN