Dengan telaten, Bintang menyuapi Manda dan memberinya minum. Manda merasa sangat bahagia, jika dengan sakitnya membuat Bintang menjadi perhatian padanya, Manda rela seperti ini terus. Katanya dalam hati. Bucin terus! Sukses kaga, b**o iya. "Sudah," ucap Manda yang merasa kenyang. "Padahal tinggal satu suap lagi," ujar Bintang menyayangkan bubur yang ada di sendok tersebut. Tanpa rasa jijik, Bintang menyuapkannya ke dalam mulutnya. Sunggu tidak keren sama sekali. Namun bagi Manda itu sangat terlihat romantis. Bintang melakukan keromantisan dengan tidak sadar. Sebenarnya tidak berniat seperti itu. Bintang keseringan beradegan romantis di dalam film, jadi terbawa ke kehidupan nyata. "Minum obat dulu." Itu seperti sebuah perintah, bukan ajakan. Manda menggeleng, dia bukan manja atau ap

