"Bunga ini sangat cantik dan elegan, semoga pasangan anda bisa merasakan ketulusannya," ucap penjaga toko bunga tersebut. Andra hanya bisa tersenyum dan mengangguk, kemudian dia pergi. Andra tersenyum sembari berjalan masuk ke dalam lift. Dia membayangkan bagaimana ekspresi Maura yang tersenyum bahagia. Karena tadi pagi dia meninggalkannya begitu saja. Bahkan tidak mencicipi sedikit saja, makanan buatannya. Sebenarnya diapun tak tega melakukan itu. Namun, dia bisa apa? Maura harus mengerti keadaannya. Karena dia sama sekali tidak bisa berakting baik-baik saja. Sementara hatinya sudah sangat sakit. Jangan ditanya lagi untuk jantungnya. Hanya dirinya dan Tuhan yang tahu betapa sakitnya. Biarlah itu hanya akan menjadi rahasianya sendiri, Maura akan menjadi tanggungjawabnya selagi mereka m

