Part 43

819 Kata

Maura terus saja menggoda suaminya sedari tadi, Andra benar-benar marah, ketika dirinya mengangkat telepon dari Bintang. Lelaki itu terus saja, menyelimuti dirinya menggunakan selimut. Maura terus mencoba untuk membuka selimut tersebut. Namun tidak bisa, karena Andra memegangnya dengan kuat. Andra tidak juga bergeming, padahal Maura sudah menidihnya. Agar lelaki itu risih, kemudian bangun. Hasilnya tetap nihil. "Draaa, Maaf," ucap Maura tulus. Dia benar-benar meminta maaf, dia tidak menyangka Andra akan kekanak-kanakan seperti ini. Padahal dirinya saja yang sedang hamil, tidak baperan begitu. Dasar aneh. "Dra, buka dong selimutnya, aku kedinginan." Maura terus membujuk suaminya. Semangat Maura! Kamu pasti bisa. Maura tersenyum, ketika ada pergerakan dari Andra, lelaki itu membuka sel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN