Maura paham, Andra bisa saja berbohong, tapi kemungkinan itu memang hanya kecil saja. Maura ingin menertawakan dirinya sendiri sekarang. Malu? Ah tentu saja. Bodoh memang, tapi daripada dia terus merasa penasaran. Lebih baik seperti ini. "Terima kasih Dra," ucap Maura dengan tulus, perempuan itu langsung memeluk lelaki di hadapannya. Andra sempat kaget. Harusnya Maura marah, eum maksudnya kesal mungkin. Kenapa sebaliknya seperti ini. Oh ya, dia mengerti, Maura kan tidak mencintainya, sudah pasti, dia merasa senang ketika tau Andra tidak mencintainya juga. Walaupun sedikit kesal, Andra membalas pelukan tersebut, lalu mengacak-acak rambut Maura. Sesekali mengecup puncaknya. Wangi shampoo yang sama. Sedari dulu, Maura memang hanya memakai satu merk shampoo, ketika dia bepergian dan tidak me

