Pukul satu dini hari, Shintia sudah semakin menggila di club, setelah selesai tampil, Shintia ikut bergabung ke lantai dansa. Tidak sedikit, pria yang berusaha mendekatinya, membisikkan kata-kata rayuan, untuk mengajaknya berkencan, tapi selalu ditolaknya. Dia bukan penganut one night stand. Meskipun banyak yang mengiranya begitu, tapi dia memilih untuk menutup telinganya sendiri, dibandingkan harus menutup mulut mereka yang tidak akan pernah ada lelahnya menggunjing hal yang sangat tidak bermanfaat sama sekali. Tidak semua semulus itu memang, awalnya beberapa pria mengerti bahwa mereka tidak diinginkan, tapi ada satu pria yang tetap memaksa, awalnya Shintia mencoba memberi pengertian. Namun pria itu tak kunjung mengerti, hingga Shintia mendorong pria itu dengan sekuat tenaga, karena pel

