Seperti hari-hari sebelumnya, Bintang selalu mendatangi penginapan Maura. Hari ini berbeda, waktu masih menunjukan pukul 5 subuh, namun hatinya tak kunjung tenang juga, sejak dia ibadah di sepertiga malam. Dia terus kepikiran Maura. Bintang bangun dari kasur, lalu dia bebersih, kemudian pergi menemui Maura. Suasana masih sangat hening, Bintang mengetuk pintu penginapan Maura. Sudah ketukan kesekian, Maura tak kunjung menyahutinya. Bintang menelpon nomor Maura. Namun tak kunjung diangkat. Panggilannya terputus, ditandai dengan suara operator. Bintang mulai panik, dia takut Maura kenapa-kenapa. Dengan seluruh tenaganya dia mencoba untuk mendobrak pintu tersebut dengan tangan kosong. Dobrokan ke tiga, pintu tak kunjung terbuka. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui resepsionis. Meminta k

