Sebuah mobil sport keluaran terbaru, kini bertengger di depannya. Awalnya Shintia terpukau, oleh rancangan mobil tersebut, setelah pemilik mobil itu keluar, Shintia sangat kecewa. Karena yang keluar dari mobil adalah Langit. Lelaki itu membuka kacamata. "Jadi, kamu mau berangkat bareng saya?" Sial. Shintia mengecek arlojinya. Sebentar lagi dia terlambat. Namun perkataan Langit barusan, bukan mengajaknya, melaikan meledeknya. Seakan-akan dirinya sangat membutuhkan tumpangan itu. "Tidak ada jawaban? Baiklah, sepertinya saya harus segera pergi," Langit bermonolog sendiri. Shintia sangat jengkel sekali mendengarnya. Andai ada pilihan lain, mungkin berlari ke tempat show tidak akan jadi masalah untuknya. "Kalau bukan kamu yang bocorin ban saya, saya gak akan mau ikut sana kamu," ucap Shin

