Part 40

1007 Kata

Shintia tidak menyangka, bahwa kejahilannya berbuah kesialan. Entah sudah berapa kali dia mengumpat, tapi rasa kesalnya masih juga belum lenyap. Shintia mencoba untuk tetap tenang. Namun wajah para petugas kepolisian terlihat tidak santai. Bayangkan saja, dia dituduh mencuri. Hey guys men-cu-ri. Mari kita sama-sama salahkan Langit. Jika lelaki itu tidak ngotot untuk mau menerima mobilnya kembali, dirinya pasti tidak tertiban sial seperti ini. Shintia menarik nafas, lalu membuangnya lagi. "Jadi bagaimana mbak Shintia, apa anda sudah bisa memberikan bukti kepemilikan kendaraan ini?" Tanya salah satu polisi yang memberhentikannya tadi. Sedangkan 2 polisi yang lain, mereka baru datang. Shintia ingin teriak sekarang, atau berpura-pura pingsan atau berlagak seperti orang yang terkena panas ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN