24. Pernikahan.

1650 Kata

Sebuah rumah kecil sederhana, dengan cat yang sudah usang. Tidak ada hal yang menarik jika dilihat, namun entah kenapa, ada rasa penasaran yang dalam dan juga rasa simpati untuk gadis yang telah ia hancurkan masa depannya itu. Hanya saja hatinya masih mencoba menepis dan mengingkari. "Apa rumah dan tanah yang mereka tinggali milik pribadi?" tanya Alvaro menatap Yoga dengan lekat. "Iya, Tuan! Hanya sawah yang mereka urus itu bukan miliknya. Mereka mengolah sawah orang untuk bertahan hidup, dan hasil panennya mereka pergunakan untuk biaya sekolah dan biaya hidup. Seperti biasa yang dilakukan para petani yang tidak punya lahan, Tuan!" "Bagaimana interaksi kedua orang tua Kinan, apa mereka baik atau gimana?" tanya Alvaro. "Kedua orang tua Kinan terkenal baik dan ramah Tuan," jawab Yoga.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN