Dilorong rumah sakit yang sepi itu Ify duduk menyendiri. Bukan duduk di kursi, melainkan duduk di lantai. Ia tidak ingin ada yang mengganggu. Orang-orang ramai berada di dalam ruangan yang kini tepat di depannya. Kamar jenazah. Tertulis jelas nama ruangan tersebut yang membuat Ify bergidik ngeri. Ia tidak mau memasuki ruangan itu. Ify lebih memilih diam di luar, meskipun kondisinya lemah dan sempat tak sadarkan diri, namun kini ia kembali berada tepat di depan ruangan itu lagi. Sendiri. "Fy" Ify mendongakkan kepalanya, ia tidak bisa menampakkan senyuman di wajahnya. Ekspresinya sekarang datar namun tidak juga menangis. Kelvin. Orang yang memanggilnya itu kini duduk disebelah Ify. Menatap wanita yang dicintainya itu dalam-dalam. "Fy, kamu harus kuat" Ify masih diam tidak menangg
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


