Playboy Vs Baby (4)

1023 Kata
Aku bukan lah playboy, namun aku hanya mencari rumah yang nyaman untuk ku kembali dikala lelah menerpa tubuh ini.  ***** Rio dan Fika menyusuri mall, Rio mendorong roda bayi Fika dengan santai. Kaki nya menginjak ke dalam sebuah toko perlengkapan bayi. Rio membeli beberapa perlengkapan bayi untuk Fika. Rio sungguh menikmati masa masa seperti ini, layaknya seorang ibu sesungguhnya yang repot memilihkan untuk buah hatinya sendiri. Semua berwarna merah muda iamasukkan ke dalam keranjang belanjaan dan membawanya ke kasir untuk di bayar.  Setelah itu, langkah nya kembali menyusuri mall melihat-lihat toko di sisi kiri nya. Tanpa Rio sadari, banyak perempuan baik yang muda maupun yang tua menatap nya kagum. Seorang laki-laki berbelanja dengan membawa seorang bayi ? Dan di sisinya tidak ada seorang perempuan yang mendampingi, tentu itu menjadi santapan untuk para wanita yang sedang menatapnya buas kini.  "Wah istri nya beruntung tuh dapetin suami kaya dia" ujar perempuan montok dengan alis tebal "Yakin udah nikah?" Balas perempuan di sampingnya dengan bedak 5cm di mukanya "Adek nya kali itu, masih muda gitu kok jeng" "Belanja sendiri sama anak, jarang hari gini ada laki yang mau kek gitu"  "Calon laki gua tuh"  "Tuh pah liatin, cowo itu aja mau belanja sendiri sama anak nya. Papah kali-kali gitu dong nyenengin hati mamah" Sementara itu wanita yang sedang menggendong anak pun berkomentar melihat Rio.  "Istrinya kemana mas?" Goda wanita lain Kira kira seperti itu lah ucapan ucapan yang terdengar di telinga Rio.  "Istri gua lagi kuliah" umpat Rio pelan karena merasa risih dengan tatapan tatapan itu "Muka ganteng gini masa di bilang udah kawin, ngerasain enaena aja belom pernah" "Sialan" gerutunya lagi kesal "Belum pernah apa liat orang ganteng bawa bayi belanja ke mall" Rio terus menggerutu hingga sampe di toko baju.  "Nah Fika, sekarang kita beli baju buat Fika" Rio mendorong roda bayi Fika seraya melihat-lihat baju.  Rio mengambil baju yang menurutnya lucu dan cocok saat di pakai di tubuh Fika. Fika bergerak lincah di atas roda bayi, sesekali tangannya bertepuk dan tersenyum riang.  Orang-orang di sekitar yang melihat itu menatap nya gemas dan kagum karena melihat Rio dan Fika yang asyik tertawa, namun lebih tepat nya Rio mengacungkan baju ke hadapan Fika dan sesekali Fika tertawa kesenangan. Rio mengambil beberapa baju lalu membayar nya ke kasir, setelah membayar Rio memutus kan untuk segera menuju parkiran dan pulang ke rumah nya.  ***** "Nah sekarang Fika mandi terus kita cobain baju baru nya, okee anak manis" Rio menggendong Fika dan membawa nya kedalam toilet. Rio menidurkan Fika di bak mandi kecil khusus bayi, lalu ia memanaskan air beberapa saat hingga air itu menghangat. Dengan telaten sekali Rio memandikan Fika, awalnya Rio tak bisa memandikan Fika karena geli dan takut. Tubuh bayi yang notabane nya lembek harus di mandikan membuat nya geli dan takut, namun sekarang ia sudah mulai berani memandikan Fika karena umur Fika yang kini sudah menginjak 10 bulan. Pertamanya saat Fika berumur 4bulqn,ia diajarkan oleh Ify untuk memandika Fika sendiri, awalnya Rio menolak karena takut, namun karena dorongan dai Ify akhirnya Rio memaksakan diri untuk memberanikan dirinya sendiri memandikan tubuh montok Fika saat itu. Akhirnya sekarang ia jadi terbiasa memandikan dan bahkan sangat senang hati.  "Fika cantik siapa yang punya, Fika cantik siapa yang punya, Fika cantik siapa yang punya, yang punya Papah Rio" Rio menyanyikan lagu itu terusberulang kali seraya tangannya dengan telaten menyampoi rambut Fika. "Fika mandi sama Papah ya sayang, anak cantik tambah cantik" Rio terus mengajak Fika berbicara dan sesekali Fika menanggapi nya dengan bahasa bayi. "Uuooo aaa" Fika terus bersuara seperti itu. Tak terasa Rio telah selesai memandikan Fika, ia pun kini beralih mengeringkan tubuh Fika menggunakan handuk, lalu memakaikan baju ke tubuh Fika. "FIKAAAAAAA" Suara cempreng Ify terdenar dan si empu nya pun memasuki kamar khusus Fika. "Berisik Fy" ujar Rio sembari memakai kan baju Fika. "Wah ponakan aunty udah mandi ya sayang" Ify mendekar ke arah Fika dan mencium pipi nya gemas.  "Cantik banget sih, udah punya pacar belum" ujar Ify gemas mengapit pipi tembem Fika. "Enak aja pacar, langkahin dulu gua kalau mau pacarin Fika" protes Rio layaknya seorang ayah yang tak ingin putri kesayangannya tersakiti "Elah sensi banget lu kek emak emak" "Bodo" Ify pun membawa Fika ke dalam gendongan nya. "Eh Yo, tadi Aurel nanyain lu" ujar Ify judes "Aurel ? Ngapain dia nyari gua" "Mana gua tau" "Gua udah putus dua hari yang lalu, karena dia ga terima gua lebih ngabisin waktu bareng Fika" "Ya mungkin dia protes minta balikan" "Udahlah biarin aja" "Eh btw gimana baju Fika hari ini ? Bagus ga ?" tanya Rio menaik turunkan alisnya. Ify mengangkat Fika dan melihatnya. "Wah baju nya baru, pantes kek ada bau bau ganransi nya" "Palalu garansi, lu kata hp" "Hahaha, tapi cantik kok bajunya. Pinter juga lu milih baju buat Fika" "Siapa dulu ehem" Rio menyombongkan dieinya dengan merapihkan kerah baju yang ia pakai. Ify pun mendelik ke arah Rio. Ify kembali menciumi pipi dan leher Fika, membuat Fika geli dan tertawa pelan.  "Lucu bangeeett sih, anak gua nanti gini nih" "Iya Fy, itu anak lu nanti. Tunggu aja waktu nya ya" ujar Rio membenarkan dengan suara kecil "Apasih yeeee" Ify mengelak guna menyembunyikan kesaltingan nya. "Eh tapi Yo, orang tua Fika masih belum di ketahui sampe sekarang? Ini udah 10 bulan loh semakin hari Fika semakin besar" tanya Ify "Belum Fy, Fika kan udah mau gua adopsi. Gua harap sih orang tua nya kaga balik lagi buat ngambil Fika. Biarvgua aja yang urus Fika, gua bisa kok, gua sanggup. Lagian nyokap juga udah seneng karena ada Fika kan" ujar Rio "Lah kenapa ? Mereka kan orang tua Fika. Siapa tau aja ibu nya masih hidup yo" "Gua ayah nya Fika. Dia sekarang udah jadi anak gua,dari dia masih bayi banget gua urus dia. Dan sebentar lagi Fika akan benar benar sah jadi anak gua. Gua ada hak atas Fika Fy" "Tapi tetep aja Yo, kalau Fika ntar tau yang sebenernya gimana ?" "Gak akan gua biarin dia tau siapa orang tua sebenernya. Cukup dia tau, gua ayah nya, gua sayang sama dia" Rio dengan paksa merebut Fika dari gendongan Ify dan membawanya keluar kamar. "Dih sensitip dia, PMS lu" "Playboy bisa posesif juga ternyata sama bayi" Ify menggelengkan kepalanya dan mengikuti Rio keluar kamar. ***** 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN