DPD-26

1201 Kata

"Ehh, monye----" Mulut Daisha terbuka lebar saat melihat seseorang yang sedang mendekap tubuhnya ini. Dia, Daffa. Buru-buru Daisha menegakan tubuhnya lagi. Jangan sampai dirinya keenakan dipeluk oleh Daffa. Walaupun di hatinya kecilnya sudah berteriak rindu pada bahu Daffa yang sender-able. "Ngapain lo pegang-pengang gue!? Modus lo ya!" ketus Daisha didepan Daffa yang kini mengaruk tenguknya. "Takut lo jatuh Dai," ucap kikuk Daffa. Sebisa mungkin pria itu tersenyum saat suasana tiba-tiba menjadi canggung. Daffa melupakan fakta bahwa hubungannya dan Daisha sudah berakhir. Daisha tersenyum sinis. "Mau gue jatuh, mau gue tengkurep, mau terbang kek. Itu bukan urusan lo!" cerca Daisha membuat Daffa tersenyum kecut. Daffa sadar, luka yang ia torehkan pada Daisha terlalu dalam. Butuh waktu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN