"Daisha, what you answer?" Keheningan menyapa mereka berdua. Daisha tak pernah memilih ada didalam situasi seperti ini, sungguh sangat membingungkan. Memilih jenis pembalut saja Daisha sudah memikirkannya berhari-hari sebelum membelinya. Tapi jika ia memberi kesempatan untuk Daffa kembali merebut hatinya, apakah lelaki itu bisa dipercaya untuk tidak menyakit hati Daisha lagi? Daisha memandang Daffa, lelaki itu menatap dirinya dengan pandangan berharap. Raut mukanya tercetak jelas bahwa saat ini lelaki itu sangat menantikan jawaban Daisha. Daisha berdehem, membuat Daffa menatapnya lebih harap. "Heem, karena gue orangnya baik, suka menolong, rajin menabung. Gue beri satu kesempatan buat lo untuk ngerubah semuanya. Untuk kembali membuat jantung gue berdebar-debar serr..." ucap Daisha memb

