DPD-28

942 Kata

"Diem dan nikmatin." Daisha membulatkan matanya. Hatinya degab-degub merasakan tangan Daffa yang berbalut tisu menyentuh keningnya. Belum lagi senyuman lelaki itu yang membuat Daisha lemas sendiri. Sehingga membuat Daisha memejamkan matanya. "Enak, Daf," ucap Daisha asal membuat Daffa mengerutkan keningnya. "Apanya yang enak?" tanya Daffa. "Lo yang enak," ucap Daisha semakin ngawur membuat gerakan Daffa terhenti. Pria itu mengerutkan keningnya kemudian memandang Daisha aneh. "Lo sehatkan, Dai?" "Kalo gue sama lo sehat sentosa sejahtera, Daf." Daisha membuka matanya ketika menyadari tangan Daffa tak lagi diwajahnya. Bibirnya mencebik tak suka ketika tangan itu sudah kembali ke asalnya. "Kok udahan, sih! Kan belum k*****s," ucap Daisha kesal. Tanganya bersedekap didadanya, menandakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN